Peristiwa

Dugaan Skimming di ATM Bank Mandiri, Polres Mojokerto Kota Pastikan Modus Ganjal Kartu

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Pihak kepolisian terus mendalami kasus dugaan skimming di mesin ATM Bank Mandiri yang berada di komplek RS Gatoel, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Suhariyono, pada Senin (26/3/2018), mendatangi dan melakukan pengecekan di mesin ATM Bank Mandiri yang berada di RS Gatoel.

Tidak sendirian, Suhariono datang dengan mengajak tim teknisi mesin ATM. “Kejadiannya pada Sabtu, 24 Maret 2018 kemarin, ini bukan skimming, tapi modus lama, ganjal ATM,” ujarnya.

Suhariono menjelaskan, setelah teknisi mesin ATM membongkar mesin ATM tersebut usai mendapatkan laporan dari salah satu nasabah Bank Mandiri, petugas menemukan sebuah plat plastik di dalam tempat memasukkan kartu ATM.

“Plat plastik itu ukurannya seperti sim card handphone. Itu diletakkan pelaku di tempat memasukkan kartu ATM. Harapannya, setelah korban memasukkan kartu ATM, kartunya tidak bisa keluar,” jelasnya.

Saat kartu ATM korban tidak bisa keluar dan korban kondisi panik, lanjut Suhariono, harapan pelaku, korban akan meminta tolong kepada orang-orang yang berada di sekitar mesin ATM.

“Harapan pelaku, saat korbannya meminta bantuan orang lain, pelaku menghampiri korban seakan-akan mau membantu. Dari sini, pelaku bisa tahu nomor PIN korbannya dan kemudian menguras uang milik korban yang ada di dalam ATM,” terangnya.

Beruntung, kata Suhariono, dalam kejadian ini uang korban tidak ada yang hilang. “Korban cerdas. Jadi saat ATM miliknya tidak bisa keluar, korban segera mrnghubungi call center Bank Mandiri. Jadi uang korban saat itu tidak jadi hilang,” tuturnya.

Untuk mengungkap tindak kriminal ini, polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, polisi telah mengamankan plat plastik yang digunakan pelaku untuk mengganjal mesin ATM sebagai barang bukti.

“Identitas pelaku kami masih belum dapat. Kami juga akan minta rekaman CCTV yang full. Dari situ nanti kami akan cari barang bukti dan petunjuk baru,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian tesebut terjadi pada Sabtu, 24 Maret 2018 sekitar pukul 18.45 WIB. Saat itu, salah satu security RS Gatoel mendapat laporan dari salah satu pengunjung di RS Gatoel bahwa ATM miliknya tertelan mesin ATM.

Setelah dilakukan pengecekan melalui CCTV, petugas mendapati ada seorang laki-laki dengan ciri-ciri mrmakai baji putih, bertopi dan berkumis tebal tiba-tiba mengecat kamera CCTV dengan menggunakan cat semprot.