Peristiwa

Jamaah Umroh Terlantar, Tursina Tours Surabaya: Bukan Kami yang Memberangkatkan

JOMBANG, FaktualNews.co – PT Tursina Tours Surabaya memastikan jika bukan pihak mereka yang bertanggung jawab atas tertundanya keberangkatan 14 jamaah umroh asal Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (28/3/2018) kemarin.

Perusahaan travel umroh dan haji yang berkantor di Surabaya itu sekaligus mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya. “Itu bukan kami yang memberangkatkan,” demikian penjelasan Pimpinan PT Tursina Tours Surabaya, Hari Susanto, kepada FaktualNews.co melalui pesan tertulis, Kamis (29/3/2018).

Dijelaskan, pada Rabu kemarin, Tursina Tours Surabaya tidak memberangkatkan 65 jamaah umroh asal Jombang, dimana 14 orang diantaranya, batal terbang karena terkendala visa.

“Atribut kami (seragam dan koper) warnanya orange, bukan biru. Pastinya, kami (Rabu) kemarin tidak memberangkatkan jamaah umroh,” tandas pihak PT Tursina Tours Surabaya.

Hal itu diperjelas dengan keterangan Eko Budi Hariyono, Pimpinan Biro Perjalanan Umroh dan Haji Al Barkah 99, selaku salah satu konsorsium Tursina Tours yang ada di Jombang.

Eko mengungkapkan, pada Rabu kemarin, PT Tursina Tours memang tidak memberangkatkan jamaah asal Jombang untuk menjalankan ibadah umroh. “Kami tidak ada pemberangkatan jamaah umroh (kemarin),” ujarnya saat bertandang ke kantor FaktualNews.co, Kamis (29/3/2018).

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 14 jamaah umroh asal Jombang batal berangkat ke tanah suci pada Rabu (28/3/2018). Mereka pun akhirnya diterbangkan ke Jakarta, sembari menunggu kepastian keberangkatan.

Berdasarkan informasi dari beberapa jamaah umroh asal Jombang, mereka berangkat dengan fasilitasi PT Tursina Tours dan PT Gemilang. Namun, hal itu langsung diklarifikasi oleh PT Tursina Tours.

“Jadi kedatangan kami ini untuk mengklarifikasi. Tidak ada keterkaitan antara jamaah (umroh) yang berangkat kemarin dengan Tursina Tours,” tandas Eko.

Keterkaitan antara PT Gemilang dengan PT Tursina Tours, lanjut Eko, bisa saja terjadi pada masalah pengurusan visa. Sebab, jelasnya, untuk mengurus visa jamaah haji dan umroh, lembaga atau biro perjalanan yang mengurusinya, harus memiliki izin dari Kementerian Agama dan Imigrasi.

Untuk status izin PT Gemilang, Eko mengaku tidak mengetahui secara pasti. “Mungkin pernah sambung di pengurusan visa, sebab (hanya) Tursina Tours yang bisa mengurusinya. Banyak yang nempel ke Tursina saat mengurus visa, termasuk Gemilang,” bebernya.

“Tapi yang perlu kami sampaikan terkait jamaah umroh yang terlantar, kami tidak tahu. Kami tidak terlibat mulai pendaftaran sampai kepulangan. Bahkan, promonya kami juga tidak terlibat. Berapa biaya yang dibebankan kepada jamaah, kami juga tidak tahu,”

Direktur Utama PT Gemilang, H. Junaidi Soeparno, menyatakan bahwa pihak mereka yang bertanggung jawab atas insiden yang dialami 14 jamah umroh asal Jombang.

“Kami yang bertanggung jawab soal keberangkatan itu,” ujar H. Junaidi Soeparno, saat menyampaikan konfirmasi kepada FaktualNews.co, Rabu (28/3/2018) malam.

Dikatakan, PT Gemilang yang berkantor di Malang, sedianya memberangkatkan 65 jamaah untuk ibadah umroh, pada Rabu. Namun, saat akan berangkat dari Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, 14 orang tidak bisa berangkat lantaran terkendala visa.

“Kami jamin pasti berangkat. Ada problem visa yang belum nempel, kalau (masalah) visa selesai, langsung kami berangkatkan. Maksimal besok (Kamis) sore sudah berangkat,” beber Junaidi.

Sementara itu, hingga pukul 15.30 WIB, 14 jamaah umroh asal Jombang yang batal berangkat Rabu kemarin, posisinya masih berada di Jakarta. Kabar terakhir yang diterima redaksi, mereka tengah mengurus visa dan tiket keberangkatan dibantu oleh PT Rindu Semesta Haromain Semesta.