FaktualNews.co

Ditinggal Orang Tua Berobat, Bocah 7 Tahun di Trenggalek Ditemukan Tewas Tenggelam

Peristiwa     Dibaca : 932 kali Penulis:
Ditinggal Orang Tua Berobat, Bocah 7 Tahun di Trenggalek Ditemukan Tewas Tenggelam
FaktualNews.co/Suparni PB/

TRENGGALEK, FaktualNews.co – Nasib nahas dialami Dipa Frediansah, warga Dusun Pingit Kulon Desa Gador, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Bocah berusia 7 tahun ini ditemukan tewas tenggelam saat mandi di DAM sungai desa setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (3/4/2018) kemarin. “Benar, korban meninggal dunia akibat tenggelam di sungai yang berjarak 50 meter dari rumahnya. Diduga korban saat mandi di sungai tidak bisa berenang, kemudian tenggelam dan tewas,” ungkap Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi, Rabu (4/4/2018).

Peristiwa nahas itu berawal, saaat Selasa kemarin sekitar pukul 14.30 WIB, korban berada di rumah sendirian karena orang tuanya, Supar, sedang sakit dan berobat di Puskesmas terdekat.

Karena korban sendirian di rumah, Supar meminta bantuan Rubingah untuk menemani anaknya. Selanjutnya, datang lima anak teman sebaya korban datang dan menanyakan keberadaannya. Namun, Dipa saat itu sudah tidak ada di rumah.

Proses pencarian, akhirnya dilakukan. Salah satu dari teman main Dipa sekitar pukul 16.30 Wib menemukan sandal dan pakaian korban tergeletak di pinggir DAM sungai. Atas penemuan tersebut, langsung memberitahu orang tua korban.

Kemudian, orang tua korban bersama warga lain mendatangi lokasi yang dimaksud. Alangkah terkejutnya, saat semuanya melihat korban sudah mengapung dengan posisi tengkurap dan meninggal dunia di sungai. Selanjutnya, peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Durenan.

“Untuk saat ini kasus telah ditangani Polsek Durenan. Sesuai hasil olah TKP yang dilakukan petugas dan pemeriksaan tim medis korban tewas murni kecelakaan akibat tenggelam di sungai, karena tidak diketemukan tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan,” pungkas Iptu Supadi. (Suparni PB)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Syafi'i