FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Khofifah Pertanyakan Program KARDIMAN Pasangan Gus Ipul-Puti

Politik     Dibaca : 60 kali Jurnalis:
Khofifah Pertanyakan Program KARDIMAN Pasangan Gus Ipul-Puti
FaktualNews.co/Istimewa/
Debat publik Pilgub Jatim, Selasa (8/5/2018).

SURABAYA, FaktualNews.co – Debat Pilgub Jawa Timur putaran kedua yang diselenggarakan di gedung Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (8/5/2018) malam makin seru.

Kedua pasangan diberi kesempatan saling melempar pertanyaan dan adu program. Dalam sesi ini, Khofifah menyinggung soal program KARDIMAN dari pasangan Syaifullah Yusuf – Puti Guntur yang menjanjikan akan membuka 750 ribu lapangan pekerjaan pertahun. Padahal, menurut Khofifah pengangguran terbuka yang ada di Jawa Timur sebanyak 827 ribu. Jika benar, pasangan lawan politiknya itu hanya butuh waktu setahun menyelesaikan masalah pengangguran.

“Kami ingin mendapat penjelasan dari Gus Ipul dan Mbak Puti bagaimana backbone dan infrastruktur ekonomi yang disiapkan untuk membuka lapangan pekerjaan 750 ribu pertahun,” tanya Khofifah.

Gus Ipul pun menjawab bahwa programnya tersebut rasional, karena hal tersebut juga pernah dilakukan pemerintahannya pada tahun 2017 lalu. Dan dikatakannya berhasil menyerap 598 ribu tenaga kerja.

“Ada 120 Triliun yang direalisasikan waktu itu, dan mampu menyerap 598 ribu lebih tenaga kerja. Ini data dari Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur,” jawabnya.

Pada segmen berikutnya, Puti menyinggung soal Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang sempat anjlok terutama bagi nelayan pantai Prigi Trenggalek karena tangkapan ikan menurun.

Emil pun menjawab, bahwa turunnya tangkapan nelayan dikarenakan iklim dan cuaca dan hal itu tidak saja dialami oleh nelayan Trenggalek.

“Ini tidak terjadi di Trenggalek, tapi hampir diseluruh wilayah pesisir selatan Jawa, sampai-sampai pabrik pengolahan ikan sarden dan lemuru di Banyuwangi harus mengimpor dari negara-negara Asia Selatan,” jawab Emil.

Oleh karena itu, ia menawarkan program no one day fishing yakni nelayan tidak melaut sehari pulang pergi, melainkan pergi ke laut lepas hingga beberapa hari agar kuantitas tangkapan ikan meningkat dengan menggunakan kapal-kapal besar.

“Agar lebih produktif lagi, ini kewenangan ada di Provinsi, bukan lagi di Kabupaten. Bagaimana mengkonversi kapal 30 GT menjadi 100 GT keatas,” lanjutnya.

Yang kedua adalah konsep paceklik, pemerintah, kata Emil, harus punya alternatif tambahan income bagi nelayan dengan pengembangan UKM dan merambah ke sektor pertanian lain, termasuk memberi pinjaman modal bank.

Editor
Saiful Arief