FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Titik Rawan Kecelakaan di Mojokerto saat Musim Mudik Lebaran 2018

Peristiwa     Dibaca : 299 kali Jurnalis:
Titik Rawan Kecelakaan di Mojokerto saat Musim Mudik Lebaran 2018
FaktualNews.co/Khilmi S Jane/
Petugas saat mengecek jalan yang tergerus longsor di Mojokerto, Rabu (9/5/2018).

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Polres Mojokerto mulai melakukan survei kesiapan jalur mudik lebaran 2018. Tak hanya jalur utama, jalur alternatif pun juga turut dicek kesiapannya oleh petugas, Rabu (9/5/2018).

Survei kesiapan jalur mudik lebaran 2018 kali ini, petugas tidak hanya memetakan jalur yang rawan terjadi kecelakaan lalulintas saja. Petugas juga memetakan jalur-jalur rawan terjadi bencana alam.

“Kami juga petakan jalur rawan terjadi bencana seperti tanah longsor, ini ada di kawasan Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas. Ini kami beri rambu himbauan,” ujar Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Bobby Muhammad Zulfikar.

Bobby mencontohkan, seperti di jalur Cangar, di jalur ini juga rawan terjadi bencana tanah longsor. Hal itu dikarenakan jalan yang dilalui diapit oleh tebing-tebing tinggi.

Di jalur alternatif penghubung Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu, Malang itu juga merupakan daerah rawan terjadi kecelakaan lalulintas.

“Medannya turunan dan tanjakan tajam. Kalau posisi kendaraan turun, di sini kerap terjadi rem blong sehingga terjadi kecelakaan,” tambahnya.

Selain jalur rawan terjadi bencana alam, lanjut Bobby, jalur rawan kecelakaan juga ada di jalur utama seperti By Pass Mojokerto. “Di by pass ini dari kawasan Mertex hingga Trowulan merupakan jalur rawan kecelakaan,” tururnya.

Selain By Pass Mojokerto, kata Bobby, jalur Mojosari – Kota Mojokerto juga merupakan jalur rawan terjadi kecelakaan. “Rata-rata, di jalur rawan kecelakaan ini, fatalitas korban mulai dari luka berat hingga meninggal dunia,” terangnya.

Dalam survei jalur kali ini, Satlantas Polres Mojokerto menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub), Jasa Raharja, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta sejumlah potensi sukarelawan.

Editor
Saiful Arief