FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

120 Pendaki Gunung Merapi Masih Diatas Saat Erupsi Terjadi

Peristiwa     Dibaca : 69 kali Jurnalis:
120 Pendaki Gunung Merapi Masih Diatas Saat Erupsi Terjadi
FaktualNews.co/A. Sapto
Status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya 3 kilometer dari puncak kawah.

MAGELANG, FaktualNews.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat sekitar 120 orang yang mendaki dan mendekati Pasar Bubrah. Kondisi pendaki gunung merapi tersebut semuanya selamat.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Gunung Merapi mengalami letusan freatik pada Jumat pagi pukul 07.32 WIB.

“Tinggi kolom letusan 5.500 meter dari puncak kawah,” ujar Sutopo.

Menurut Sutopo, letusan berlangsung tiba-tiba. Jenis letusan adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi.

“Jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunung api aktif,” tambah dia.

Sutopo melanjutkan, biasanya letusan hanya berlangsung sesaat. Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik.

Menurut Sutopo, letusan freatik yang terjadi disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat.

“Letusan melontarkan abu vulkanik, pasir, dan material piroklatik,” tambah dia.

Sutopo juga mengatakan terjadi hujan abu vulkanik di Tugu Kaliurang Sleman Yogyakarta.

Status Gunung Merapi hingga saat ini, lanjut Sutopo, masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya 3 kilometer dari puncak kawah.

PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik.

“Masyarakat diimbau tetap tenang. Belum ada laporan korban jiwa. BPBD dan aparat masih melakukan pemantauan,” ungkap dia.

Sutopo mengatakan, BPBD Sleman telah menginstruksikan masyarakat yang tinggal dalam radius 5 km seperti daerah Kinahrejo untuk evakuasi ke bawah di barak pengungsi.

“Masyarakat merespon dengan evakuasi mandiri ke tempat yang aman,” tambah Sutopo.

Editor
Dani Setyanto
Sumber
Anadolu Agency