FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Jadi Tempat Sampah, Banjir Hantui Warga Bantaran Sungai Banjaragung, Mojokerto

Peristiwa     Dibaca : 230 kali Jurnalis:
Jadi Tempat Sampah, Banjir Hantui Warga Bantaran Sungai Banjaragung, Mojokerto
FaktualNews.co/Khilmi S Jane/
Sampah memenuhi sungai Banjaragung, Puri, Mojokerto

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Warga yang tinggal di bantaran sungai Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dihantui banjir saat musim hujan tiba. Hal itu dikarenakan sungai Banjaragung mendadak menjadi tong sampah.

Pantauan FaktualNews, sungai Banjaragung yang kedalamannya sekitar tiga meter itu tampak dipenuhi sampah limbah rumah tangga. Mulai dari limbah dapur, popok, hingga batang pohon yang tumbang hanyut di aliran sungai itu.

Sekitar 30 menit di lokasi, terlihat sejumlah pengendara motor dan mobil yang melintas seakan tak sungkan melempar sampah yang dibungkus tas kresek (plastik) ke aliran sungai Banjaragung dari atas jembatan.

Terkadang, pengendara-pengendara itu menyempatkan untuk berhenti sejenak sambil membuang sampah saat tas kresek berisi sampah yang dibawanya terlalu besar dan sulit untuk dilempar.

“Di sini (sungai Banjaragung) sering ada orang buang sampah. Kebanyakan ya orang luar daerah Banjaragung sendiri. Kalau orang sini kan sudah tau, sering banjir,” ujar Warman, tukang becak yang setiap hari mangkal di sebelah sungai Banjaragung saat ditemui FaktualNews, Jumat (11/5/2018).

Saat hujan deras mengguyur kawasan Banjaragung, sampah di sungai Banjaragung hanyut dan biasanya sampah banyak menumpuk di pintu air Dusun Jetis, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

“Capek mas, setiap hujan warga selalu gantian bersihin sampah di dam (pintu air). Kadang sampek larut malam, gantian. Sedikit-sedikit sampah diangkat dari air biar sungainya gak mampet,” tuturnya.

Walaupun tanggul sungai Banjaragung terbilang cukup tinggi, saat alirannya mampet, air sungai juga meluber ke jalan raya depan Balai Desa Banjaragung, Kecamatan Puri. Saat meluber, biasanya air sungai yang menggenangi jalan raya mencapai 20 hingga 30 centimeter.

“Kalau di depan balai desa gak seberapa tinggi, karena tanggulnya tinggi. Kalau yang di Dusun Jetis ya bisa sampai 50 sampai 80 centimeter, tanggulnya tidak terlalu tinggi,” katanya.

Sebelumnya, warga sempat memasang papan dengan tulisan larangan membuang sampah di sungai Banjaragung. Namun, hal itu dirasa kurang efektif dan tak digubris masyarakat.

“Dulu ya sempat, setelah dipasang papan larangan, ada juga orang yang ngawasi. Jadi kalau ada orang buang sampah di sungai langsung didenda. Tapi sekarang sudah gak pernah,” jelasnya.

Warga Banjaragung berharap, pemerintah setempat mampu mengontrol kebersihan sungai agar tidak meresahkan warga di bantaran sungai saat musih hujan tiba.

Editor
Z Arivin