FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kutuk Bom Bunuh Diri 4 Gereja di Surabaya, Muhammadiyah Jatim : Bukan Murni Agama Tapi Bisnis untuk Kekuasaan

Peristiwa     Dibaca : 70 kali Jurnalis:
Kutuk Bom Bunuh Diri 4 Gereja di Surabaya, Muhammadiyah Jatim : Bukan Murni Agama Tapi Bisnis untuk Kekuasaan
FaktualNews.co/Istimewa/
Bom bunuh diri di Gereja Ngagel Surabaya

SURABAYA, FaktualNews.co – Aksi bom bunuh diri mengguncang tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Sebanyak 4 orang dikabarkan tewas. Satu diantaranya diketahui merupakan pelaku bom bunuh diri.

Muhammadiyah Jatim pun mengecam aksi bom bunuh diri di tiga tempat ibadah itu. Terlebih aksi tersebut merenggut banyak nyawa. Bahkan, puluhan orang juga mengalami luka-luka.

“Kami mengecam tindakan bom bunuh diri yang merenggut nyawa orang tersebut. Apalagi jika tindakan itu ditujukan kepada simbol-simbol agama. Sebab, bom bunuh diri, apapun alasannya, bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim DR M. Saad Ibrahim dalam rilisnya.

Menurutnya, aksi teror bom bunuh diri yang menyebabkan beberapa nyawa melayang tersebut merupakan perbuatan terkutuk. Muhammadiyah Jatim pun menentang keras aksi teror itu. “Visi Muhammadiyah yang dengan teguh memperjuangkan puncak kebaikan bagi umat, bangsa, dan kemanusian sangat menentang peristiwa peledakan bom bunuh diri yang terjadi pagi ini di gereja di Surabaya,” imbuhya.

Apalagi jika bom bunuh diri ini ternyata ditujukan pada simbol-simbol agama. Menurutnya tidak ada agama satupun yang mengajarkan untuk berbuat sekeji itu. “Apapun itu, kita sangat tidak setuju dengan bom bunuh diri itu. Apalagi ditujukan pada simbol-simbol agama. Aksi teroris itu bukan murni agama melainkan sudah menjadi ajang bisnis kelompok-kelompok tertentu untuk meraih kekuasaan,” jelasnya.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan siapa kelompok yang berada di belakang para teroris ini sehingga rela mengorbankan nyawa demi untuk kekuasaan. “Seluruh agama tidak ada yang mengajarkan seperti itu. Apakah ada keuntungan-keuntungan yang akan dicapai, saya tidak bisa memastikan,” terangnya.

“Siapa pun yang melakukannya, tindakan bom bunuh diri secara nyata telah merusak tatanan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Perbuatan mereka berhadap-hadapan dengan perjuangan Muhammadiyah Karena itu, apapun motif dan alasannya, siapapun pelakunya, bom bunuh diri tidak bisa dibenarkan,” tandas dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu.

Editor
Z Arivin