FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Terbelit Hutang, Pria Asal Mojokerto Nekat Mencuri Kotak Amal di Gresik

Kriminal     Dibaca : 818 kali Penulis:
Terbelit Hutang, Pria Asal Mojokerto Nekat Mencuri Kotak Amal di Gresik
FaktualNews.co/Azharil Farich/
Tersangka pencurian kotak amal (kanan) saat diamankan di Polsek Bungah, Gresik.

GRESIK, FaktualNews.co – Warga disekitar Musala Nurul Huda, Desa Bedanten Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik, ramai-ramai mengeroyok Widodo Susanto (53), warga Desa Pungging, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kuli angkut di Pelabuhan Gresik ini, kepergok mencuri kotak amal di musala setempat pada Senin (21/5/2018) malam.

Beruntung nyawa Widodo terselamatkan, saat polisi datang dan langsung mengamankan pelaku dari amuk massa.

Sejumlah barang bukti juga turut disita polisi seperti uang tunai Rp 265 ribu yang dicuri pelaku, obeng dan linggis yang dipakai untuk mencongkel kotak amal.

Kapolsek Bungah, AKP Achmad Said melalui Kanit Reskrimnya Aiptu Suhardi mengatakan, saat itu pelaku sempat kabur usai menjalankan aksinya, tapi tidak lama kemudian berhasil ditangkap. “Pelaku kabur dengan mengendarai motor Supra tapi akhirnya berhasil ditangkap,” ujar Suhardi, Selasa (22/05/2108).

Peristiwa ini, lanjut Suhardi, pertama kali diketahui oleh seorang warga yang rumahnya berada di depan musholah. Kala itu saksi sedang menggendong anaknya dan melihat adanya gelegat mencurigakan di sekitar musholah.

“Waktu itu pelaku terlihat mondar-mandir keluar masuk musholah. Setelah pelaku pergi oleh saksi akhirnya dicek ke dalam musholah. Ternyata dugaan itu benar kotak amalnya terbuka,” terangnya.

Atas perbuatan itu pelaku akhirnya dijebloskan ke dalam tahanan. Dia dijerat oleh polisi dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan. “Setelah pemeriksaan pelaku lalu kita tahan karena sudah cukup bukti,” imbuhnya.

Di hadapan petugas, Widodo mengaku terpaksa mencuri uang kotak amal karena terbelit hutang seorang rentenir. Sementara pekerjaan sebagai kuli angkut hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya punya utang Rp 6 juta kepada tukang kredit. Kalau tidak segera dilunasi bunganya makin menumpuk,” ungkapnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul