FaktualNews.co

Debat Publik Pilwali Mojokerto, Paslon Kompak Pakai Sarung

Politik     Dibaca : 661 kali Penulis:
Debat Publik Pilwali Mojokerto, Paslon Kompak Pakai Sarung
FaktualNews.co/Khilmi S Jane/
Debat publik II Pilwali Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Nuansa berbeda tampak dalam acara debat publik sesi kedua kali ini. Bagaimana tidak, dalam acara kali ini, seluruh pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto memakai sarung, baju koko dan songkok.

Dalam debat yang berlangsung di Ayola Sunrise Hotel, Jalan Benteng Pancasila, Kota Mojokerto itu tampak keempat paslon Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto hadir.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Paslon Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto, Akmal Budianto Calon Walikota Mojokerto memakai baju warna merah, sarung warna putih dan songkok hitam.

Sedangkan, Calon Wakil Walikota Mojokerto, Rambo Garudo terlihat memakai baju dan sarung warna putih dengan songkok warna hitam.

Berbeda dengan Calon Walikota Mojokerto, Andy Soebjakto. Dalam acara debat kali ini, Andy tampak datang sendirian dengan memakai baju warna biru tua, sarung hitam motif garis-garis dan songkok hitam.

Nuansa warna putih-putih tampak pada paslon Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto, Warsito dan Moeljadi.

Warsito tampak memakai baju koko putih dan sarung warna cokelat muda motif kotak-kotak. Sedangkan, Moeljadi tampak memakai baju putih, sarung warna biru kombinasi hitam dengan songkok warna hitam.

Paslon terakhir, yakni Ika Puspitasari dan Achmad Rizal Zakaria. Kali ini, Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita ini memakai baju warna putih dengan kerudung warna putih. Sedangkan Calon Wakil Walikota Ning Ita, Cak Rizal memakai baju warna putih, sarung warna cokelat tua kombinasi warna cokelat muda dengan songkok hitam.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto, Saiful Amin mengatakan, keputusan mengikuti debat publik sesi kedua kali ini dengan memakai sarung, baju koko dan songkok telah dirundingkan sebelum pelaksanaan debat publik ini.

“Ini tidak ada hubungannya dengan agama tertentu. Kita ingin di bulan Ramadhan ini, ada nuansa baru dalam debat publik kedua ini. Setelah dirundingkan, semua calon setuju,” ungkapnya, Kamis (24/5/2018) malam.

Dijelaskannya, keputusan memakai peci atau songkok juga telah disetujui oleh para paslon Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto. “Songkok itu identitas negara kita, bukan identitas yang menjurus ke suatu agama atau komunitas tertentu,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...