Ramadan

Sebelum Mudik Lebaran, Periksa Kesehatan Dulu

FaktualNews.co – Menjelang libur Lebaran 2018, biasanya kebanyakan orang disibukan dengan hal-hal seperti kelayakan kendaraan pribadi, tiket mudik, barang bawaan, uang dan lain-lain. Sayangnya, kebanyakan lupa melakukan pemeriksaan kesehatan jelang mudik.

Sebenarnya ini sangatlah penting agar perjalanan ke kampung halaman menjadi nyaman dan bebas dari keluhan kesehatan.

Momen hari raya Idul Fitri memang identik dengan tradisi mudik ke kampung halaman atau sekadar silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara. Meski utamanya adalah kegembiraan, tapi gangguan kesehatan, dan bahkan kecelakaan lalu lintas juga mewarnai peristiwa mudik.

“Kecelakaan lalu lintas saat mudik Lebaran sering disebabkan karena sopir kurang konsentrasi akibat mengantuk, mabuk, dalam pengaruh obat-obat terlarang, maupun mengalami gangguan akibat penyakit yang membahayakan seperti tekanan darah yang sangat tinggi dan serangan jantung,” kata dr. Fiona Amelia dilansir dari KlikDokter.

Berdasarkan anjuran dr. Fiona, demi keselamatan bersama, pemeriksaan kesehatan sebelum mudik perlu dilakukan. Hal ini untuk mengetahui penyakit apa saja yang sudah diderita atau kemungkinan akan menyerang tubuh seseorang sejak dini. Kondisi tubuh yang tidak fit, disebut-sebut menjadi faktor utama penyebab kecelakaan di jalan saat mudik.

Ragam pemeriksaan kesehatan sebelum mudik

Pemeriksaan kesehatan umumnya ditujukan untuk pengemudi kendaraan bermotor, baik kendaraan umum seperti bus Antarkota Antar Provinsi (AKAP) dan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP), mobil pribadi, maupun sepeda motor.

Kementerian Kesehatan akan menyediakan posko kesehatan di lokasi-lokasi yang dilalui jalur angkutan mudik Lebaran. Posko tersebut akan melayani pemeriksaan kesehatan pengemudi yang memiliki waktu tempuh lebih dari empat jam atau yang melalui rute padat serta rawan kemacetan.

Mudik Lebaran tahun 2018, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyediakan 3.910 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di sepanjang jalur mudik. Total jumlah fasyankes tersebut terdiri dari 923 pos kesehatan, 2.231 Puskesmas, 375 rumah sakit, 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan 174 Public Safety Center (PSC). Jika terjadi masalah kesehatan dalam keadaan darurat, Anda bisa segera hubungi 119.

“Pemeriksaan kesehatan yang umum dilakukan bagi pengemudi kendaraan bermotor mencakup pengukuran tekanan darah, pengukuran kadar gula darah, deteksi kadar alkohol dalam darah, serta cek kadar amfetamin atau narkoba dalam urine,” kata dr. Fiona.

Ibu hamil yang mudik, perlu periksa kesehatan

Pemeriksaan juga dianjurkan untuk wanita hamil, bayi, dan kelompok lanjut usia. Anda yang memiliki riwayat penyakit kronis dan baru saja menjalani operasi juga perlu memeriksakan diri sebelum berangkat mudik.

“Untuk wanita hamil, pastikan bahwa kandungan Anda aman untuk perjalanan yang jauh dan melelahkan. Berkonsultasilah terlebih dahulu kepada dokter kebidanan Anda sebelum berangkat mudik,” ujar dr. Fiona.

Selain itu, penting juga untuk melakukan pemeriksaan lengkap seperti USG karena setiap ibu hamil mempunyai batas dalam menentukan kesehatan masing-masing. Kondisi setiap ibu hamil bisa berbeda-beda.

Lalu, bagi penderita penyakit kronis seperti darah tinggi, riwayat stroke, penyakit jantung, diabetes, asma dan alergi, sering kali memerlukan pemeriksaan lanjutan sesuai dengan perjalanan penyakitnya dan anjuran dokter. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi kekambuhan saat menempuh perjalanan mudik lewat jalur yang macet.

Kelompok usia ekstrem seperti bayi dan lansia juga memerlukan pemeriksaan kesehatan sebelum mudik. Ini karena kekebalan tubuh pada kelompok usia ini tidak sebaik kelompok usia lainnya, sehingga rentan jatuh sakit.

Agar mudik tahun ini menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, Kemenkes pun turut andil dalam memastikan kesehatan warga yang mudik. Dilansir dari laman resmi Kemenkes, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menganjurkan Anda untuk melakukan ini selama melakukan perjalanan mudik.

  • Bagi para pengemudi bus, perhatikan waktu istirahat, konsumsi makanan yang sehat, dan lakukan peregangan saat beristirahat.
  • Istirahatlah setiap 2 jam untuk pengemudi roda dua, dan setiap 4 jam untuk pengemudi roda empat minimal selama 15 menit.
  • Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi.
  • Konsumsi makanan bergizi dan minum air putih secara cukup agar kesehatan terjaga.