Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Rois Syuriah NU Surabaya Bantah Dukung Satu Paslon dalam Pilgub Jatim 2018

Politik     Dibaca : 172 kali Jurnalis:
Rois Syuriah NU Surabaya Bantah Dukung Satu Paslon dalam Pilgub Jatim 2018
FaktualNews.co/Istimewa/
Ilustrasi

SURABAYA, FaktualNews.co – Rois Syuriah PCNU Kota Surabaya KH Mas Sulaiman, menyayangkan adanya upaya mengarahkan pengurus NU di Surabaya, untuk mendukung kandidat tertentu di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Pengarahan tersebut dilakukan mulai tingkat kota sampai level bawah.

“Sebab, sikap PCNU Surabaya sudah jelas, yakni menegakkan khittah NU. Jadi, kalau ada media massa yang memberitakan NU Surabaya mendukung pasangan nomor 1, itu jelas tidak benar,” kata KH Mas Sulaiman.

Putra alm KH Mas Masnur itu menjelaskan, PCNU Kota Surabaya telah menggelar silaturrahim dengan 31 pengurus kecamatan dan 198 ranting NU se-Surabaya. Acara digelar di Kantor PCNU Surabaya pada 10 Juni 2018. “PCNU beserta segenap MWC dan rantingnya tetap berkomitmen pada khittah NU,” tegasnya.

Dalam pertemuan resmi itu, Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya telah mengimbau seluruh pengurus NU tidak mengarahkan umat ke salah satu pasangan calon. Dan, soal pilihan politik diserahkan masing-masing pribadi umat.

“Kami tahu sebagian pengurus NU ada yang ke paslon nomor 1 dan sebagian lainnya ke nomor 2. Makanya secara organisasi, PCNU teguh menjaga khittah NU. Kalau atas nama pribadi silakan, tapi jangan mengarahkan umat ke salah satu paslon,” terangnya.

Pengasuh Ponpes Al Muhibbin Tambak Osowilangun Surabaya itu mengaku tidak hadir dalam pertemuan di Pondok Amanatul Ummah di Siwalankerto Surabaya beberapa waktu lalu. Begitu juga Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, Muhibbin Zuhri.

Silaturrahim tahunan di Ponpes yang diasuh KH Asep Syaifuddin Chalim pada Selasa 6 Juni lalu menurut Kiai Mas Sulaiman, di kegiatan yang mulia itu telah terjadi penggiringan arus bawah NU Surabaya ke arah cagub nomor urut 1. Penggiringan itu dilakukan pihak-pihak tertentu, yang mengatasnamakan pengurus NU.

“Saya dan ketua tanfidziyah tidak hadir dan tidak pernah menyuruh pengurus NU Surabaya ikut menghadiri undangan itu,” tandasnya.

Editor
Z Arivin
Sumber
Beritajatim