FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Jelang Perayaan Yadnya Kasada Suku Tengger

Wisata     Dibaca : 904 kali Penulis:
Jelang Perayaan Yadnya Kasada Suku Tengger
AFP
Umat Hindu Tengger berdoa di kawah Gunung Bromo saat perayaan Yadnya Kasada.

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Warga suku Tengger yang ada di Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, sudah sibuk mempersiapkan sejumlah sesaji (ongkek) untuk perayaan Yadnya Kasada.

Ongkek itu nantinya akan dilarung di kawah Gunung Bromo, saat perayaan Yadnya Kasada, Sabtu (30/6/2018) dini hari.

Pantauan media ini, warga nampak membuat tempat sesajian dari bambu berbentuk pikulan. Nantinya, di sisi kanan dan kiri akan ditaruh hasil petanian warga suku tengger.

Menurut salah seorang warga, Eko, ongkek tersebut sebagai bentuk rasa syukur terhadap sang pencipta atas hasil bumi yang melimpah di wilayah tanah Tengger.

Dituturkannya, ongkek-ongkek yang berisi sesajian aneka hasil bumi, itu nanti akan dilarung ke kawah saat upacara Kasada. “Dengan harapan hasil bumi semakin meningkat dan warga memperoleh kemakmuran,” ungkap Eko.

Selain hasil bumi, ongkek itu harus dipenuhi dengan bunga kumitir, bunga tanalayu, bunga waluh, kentang 10 biji, kubis 2 bungkul dan kacang-kacangan. Kemusian daun pakis, daun beringin, daun telotok, daun tebu 2 pucuk, jantung pisang 2 biji, buah pare 2 biji hingga buah pisang sebanyan 2 sisir.

Upacara Kasada diselenggarakan setiap tanggal 14 atau bulan purnama mangsa Ashada (Kasada).

Berdasarkan pada mantera yang dirapalkan, upacara Kasada merupakan sebuah ritual peringatan akan perjuangan nenek-moyang masyarakat Tengger, yang telah membangun dan melindungi hidup mereka selama ini.

Ribuan umat Hindu Tengger dengan mengenakan pakaian adat, nanti akan berjalan kaki sejauh lima kilometer dari perkampungan menuju Pura Agung sejak pukul 22.00 WIB.

Mereka berjalan beriringan sebagian memanggul aneka hasil pertanian seperti sayur, buah dan kudapan.

Umat Hindu Tengger juga membawa penganan berupa raka genep, penganan yang terbuat dari tepung jagung. Penganan yang memiliki simbol lelaki, perempuan dan anak, itu merupakan wujud kerukunan keluarga.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul