FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Menteri Susi Luncurkan Perahu Berbahan Bambu di Pantai Kenjeran, Surabaya

Nasional     Dibaca : 862 kali Penulis:
Menteri Susi Luncurkan Perahu Berbahan Bambu di Pantai Kenjeran, Surabaya
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir/
Menteri Susi, sedang menjajal perahu di pantai Kenjeran, Surabaya

SURABAYA, FaktualNews.co – Mahalnya bahan baku kayu untuk membuat perahu, mendorong pihak Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Kota Surabaya menciptakan inovasi perahu nelayan dari bambu laminasi. Yakni, penggabungan bilah-bilah bambu hingga membentuk sebuah balokan kayu.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pun menadapat kesempatan untuk meresmikan peluncuran serta langsung menjajal perahu inovatif tesebut saat mengunjungi Kota Surabaya.

“Ini sangat bagus, disaat kayu di hutan sudah pada habis, dan mahal, nelayan perlu perahu (berbahan bambu) seperti ini,” kata Menteri Susi, usai mencoba perahu tersebut di Pantai Kenjeran, Surabaya, Senin (2/7/2018).

Menteri yang dikenal nyentrik ini berharap, perahu tidak berhenti sekedar diperkenalkan semata. Melainkan perlu diaplikasikan dan diuji coba oleh nelayan Indonesia ke depan.

“Saya harap perahu bisa difinalisasi menjadi sebuah produk, jangan sekedar menjadi prototipe trial semata. Harus diaplikasikan, diimplementasikan,” lanjutnya.

Pihaknya pun berjanji akan mendukung dan bersedia membantu untuk pembuatan perahu tersebut bersama pihak terkait. Sehingga, perahu tersebut benar-benar bermanfaat bagi nelayan.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor ITS Profesor Joni Hermana mengatakan perahu tersebut hasil inovasi pihaknya dan disebabkan semakin mahal serta langkanya kayu sebagai bahan dasar pembuatan perahu. Terkait permintaan Menteri Susi agar bisa memproduksi perahu sejenis dalam jumlah banyak, Joni menyampaikan kesediannya.

“Kami akan produksi (banyak), sudah ada beberapa pihak tertarik dengan hal ini,” lanjutnya.

Sementara sang ide creator, Heri Soepomo menambahkan, bahwa perahu hasil karyanya tersebut sebenarnya lebih cocok dipakai untuk tujuan wisata.

“Pihak pemesan pertama kali adalah studi desain, untuk di Karimunjawa. Kemudian untuk di Lombok dan pulau Komodo. Ini sudah ada investor dari Semarang, Bali dan Banyuwangi,” katanya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin