FaktualNews.co

Kades Banjarsari Mojokerto Dijebloskan Penjara, Korupsi DD dan ADD Rp 296 Juta

Hukum     Dibaca : 829 kali Penulis:
Kades Banjarsari Mojokerto Dijebloskan Penjara, Korupsi DD dan ADD Rp 296 Juta
FaktualNews.co/Amanu/
Kades Banjarsari, nonaktif Andi Mulyo (tengah) saat menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Kejari Mojokerto

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Polres Kota (Polresta) Mojokerto, melimpahkan tersangka kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (4/7/2018).

Tersangka yakni Kepala Desa (Kades) Banjarsari nonaktif, Andi Mulyono (40). Pelimpahan tahap dua ini setelah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Mojokerto menyatakan berkas penyidikan yang dikirimkan penyidik Polresta Mojokerto lengkap atau P21.

“Kita telah menerima limpahan perkara tahap dua dari penyidik Polres Kota Mojokerto, perkara dugaan tindak pidana korupsi ADD maupun DD di Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis dengan tersangka Andi Mulyono,” kata Kasi Pidus Kejari Mojokerto, Agus Hariyono, kepada awak media.

Andi ditetapkan tersangka oleh penyidik Polresta Mojokerto pada November 2017 lalu. Ia diduga melakukan melakukan penyalahgunaan dana ADD dan DD tahun 2015 Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, dengan jumlah total Rp 487.501.235 juta.

“Ada dua proyek yang tidak dikerjakan, yakni pembangunan pagar desa, dan pavingisasi. Untuk kerugian negara mencapai sebesar Rp 296 juta,” terangnya.

Akibat perbuatan pelaku, ia akan dikenakan pasal Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 ayat 1 jo Pasal 18 UU RI Nomo 31 Tahun 1999 yang diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Untuk ancaman minimal 4 tahu maksimal 20 tahun atau mati,” tegasnya.

Pantaun di lokasi, Andi tiba di kantor Kejari Mojokerto, sekira pukul 10.30 WIB. Dengan dikawal aparat Polresta Mojokerto, ia langsung dibawa ke ruang penyidikan yang berada di lantai dua kantor Kejari Mojokerto, di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Setelah menyelesaikan rangkaian pemeriksaan, Andi yang dikawal petugas Kejari, nampak digiring keluar. Kades nonaktif itu tampak mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari. Menurut Kasi Pidus, Andi akan dilakukan penahanan di Lapas Klas IIB Mojokerto. Itu sesuai Surat Penahanan dari Kajari Mojokerto Nomor 1461/O.5.9/Ft.1/07/2018 tanggal 4 Juli 2018.

“Tersangka akan kita lakukan penahanan selama 20 hari kedepan. Memang selama ini tidak dilakukan penahanan,” pungkasnya.

Sementara itu, menanggapi penahanan kliennya, kuasa hukum Andi Mulyono mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah cepat pasca kliennya dilakukan penahanan oleh JPU Kejari Mojokerto. Pihaknya akan segera mengajukan pengalihan penahanan tersangka menjadi tahanan kota.

“Pertimbangannya karena tersangka adalah tulang punggung keluarga, jadi akan ada upaya pengajuan penangguhan penahanan,” ujarnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...