FaktualNews.co

Demo Jurnalis Sumenep, Mengutuk Kekerasan Terhadap Wartawan di Jember

Peristiwa     Dibaca : 281 kali Jurnalis:
Demo Jurnalis Sumenep, Mengutuk Kekerasan Terhadap Wartawan di Jember
FaktualNews.co/Supanjie/
Aksi unjukrasa digelar jurnalis Sumenep, mengutuk keras penganiayaan terhadap seoarang wertawan di Jember.

SUMENEP, FaktualNews.co – Simpati dan dorongan moral terhadap korban kekerasan Oryza Ardiansyah Wirawan, wartawan beritajatim.com, terus bermunculan. Sejumlah jurnalis Sumenep yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Asosiasi Media Online Sumenep (Amos) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi solidaritas di janjung kota setempat.

Dalam aksinya, sejumlah wartawan ini mengutuk keras tindakan premanisme terhadap Oryza Ardiansyah Wirawan, saat melakukan tugas jurnalistik di Jember, Jatim.

Ketua PWI Sumenep, Moh. Rifa’i meminta tindakan arogansi terhadap jurnalis diusut tuntas. Sebab, katanya, kekerasan terhadap Oryzi sudah menciderai kemanusiaan dan kebebasan pers di Indonesia. “Peristiwa kekerasan terhadap wartawan di Jember ini, telah menciderai kebebasan pers seperti yang diamanatkan UU pers nomor 40 tahun 1999,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku. “Kami minta pada aparat penegak hukum, untuk menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut,” tegasnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Amos, Ahmadi Munir, yang mengutuk keras kejadian ini. Ahmadi meminta panitia serta official mengevaluasi pengamanan pertandingan. Meminta aparat berwenang mengusut tuntas kasus ini serta meminta seluruh jurnalis untuk bekerja profesional sesuai aturan kejurnalistikan yang berlaku.

“Amos mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas tindak kekerasan itu. Dan panitia pelaksana pertandingan sepak bola harus mengevaluasi pengamanan pertandingan. Demikian itu agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” kata

Sebagaimana diberitakan, Oryza Ardiansyah wartawan media online beritajatim.com, menjadi korban pengeroyokan, Rabu (4/7/2018). Aksi pengeroyokan itu terjadi saat Oryza tengah melakukan tugas jurnalistik.

Informasi yang diterima redaksi FaktualNews.co, aksi pengeroyokan itu terjadi saat Oryza tengah meliput pertandingan Sindo Dharaka versus Persid. Dalam laga tersebut, keduanya berbagi angka 1-1.

Penganiayaan terhadap Oryza ini bermula saat pemain Sindo Dharaka melakukan protes terhadap kepemimpinan wasit yang memberikan hadiah pinalti kepada pemain Persid di injury time yang berbuah gol. Sejumlah pemain Sindo Dharaka terpancing kemarahannya hingga pemain mengejar wasit. Melihat peristiwa tersebut, Oryza yang sedang melakukan liputan langsung mengabadikannya dengan menggunakan kamera handpone.

“Saat itu pertandingan sudah berakhir, beberapa pemain dari Sindo Dharaka terlihat mengejar wasit dan melakukan pemukulan. Tentu sebagai jurnalis saya mengabadikan peristiwa ini, namun tiba-tiba dari arah samping saya ada petugas keamanan berpakaian doreng merampas handpone saya,” ujar Oryza.

“Setelah melihat tanda pengenal saya selaku wartawan, handpone saya dikembalikan. Namun setelah itu ada beberapa pemain dari Sindo Dharaka yang menghampiri saya dan melakukan penganiayaan,” imbuhnya.

Penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh pemain sepak Bola Sindo Dharaka membuat Oryza mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya. Diantaranya di bagian kaki, perut dan kepala. Beberapa rekan jurnalis yang melihat kejadian ini langsung membawanya Oryza ke Puskesmas Jember Kidul, guna mendapatkan perawatan medis.

Editor
Nurul Yaqin
Dapatkan Berita Terbaru Via:
Whatsapp
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...