FaktualNews.co

Protes Proyek SPAM dan Tol Gempas, Warga Pasuruan Blokade Jalan Provinsi

Peristiwa     Dibaca : 574 kali Penulis:
Protes Proyek SPAM dan Tol Gempas, Warga Pasuruan Blokade Jalan Provinsi
FaktualNews.co/Aziz/
Ratusan warga yang ramai-ramai memblokade jalan sebagai upaya protes terhadap pelaksana proyek SPAM Umbulan dan tol Gempas.

PASURUAN, FaktualNews.co – Ratusan warga dari Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, ramai-ramai menggelar aksi unjuk rasa dan memblokade jalan provinsi, di perbatasan antara Kota dan Kabupaten Pasuruan, Selasa, (10/7/2018). Dalam aksi tersebut, pengunjukrasa juga membakar ban bekas.

Aksi unjukrasa ini dilakukan lantaran jalan di wilayah setempat kondisinya mengalami rusak parah. Selain itu banyaknya debu akibat lalu lalangnya dump truk yang mengangkut material proyek strategis nasional di wilayah Pasuruan. Diantaranya Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, dan Tol Gempol – Pasuruan (Gempas) sesi tiga.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Pantauan FaktualNews.co, di lokasi, dalam aksinya warga membentangkan kertas dan kardus yang berisikan tuntutan mereka agar dump truk tidak lagi melintas di jalan tersebut. Tak hanya itu, mereka juga menuntut pada pihak pelaksana proyek untuk lakukan penyiraman di jalan yang merupakan jalur alternatif menuju Malang itu.

Warga menyebut bahwa semenjak adanya proyek strategis nasional itu, banyak sekali truk bernotase besar yang lalu lalang hingga menyebabkan kondisi jalan rusak dan berlubang.“Sudah lebih dari bulan bulan jalan rusak akibat dilewati truk-truk besar proyek tol dan proyek SPAM Umbulan,” kata Wahyu Fahmi, perwakilan warga setempat.

Selain itu, warga meminta untuk segera ada penanganan dari pihak proyek tol dan ada penyiraman jalan sehari 10 kali agar tidak berdebu. Warga menyebut, dengan banyaknya debu di musim kemarau akibat lalu lalangnya truk-truk bertonase besar. Warga yang berdagang mengaku rugi, karena tiap harinya jarang laku.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin
Tags

YUK BACA

Loading...