Kesehatan

Mengenal Diet Ketogenik, Dapat Menyembuhkan Penyakit Jantung hingga Alzheimer

FaktualNews.co – Ada yang mulai mendaftar di pusat kebugaran, beralih menjadi vegetarian hingga meninggalkan gaya hidup buruk seperti merokok dan minum-minuman keras. Tentu saja ini merupakan kabar baik mengingat tuntutan zaman kini semakin tinggi, dan diperlukan pula kesehatan raga agar tetap dapat beraktivas.

Berbicara mengenai makanan sehat tak ada salahnya jika kita kali ini mengenal diet ketogenik. Konon diet yang satu ini banyak dipilih oleh sejumlah selebriti di Indonesia, dikenal ampuh untuk membentuk metabolisme tubuh agar cepat membakar lemak menjadi energi.

Pada dasarnya sama dengan pola diet lainnya yang sudah kita kenal bersama, diet ketogenik atau diet keto juga mengharuskan penggunanya untuk mengatur dan membatasi menu tertentu yang boleh untuk dikonsumsi.
Lebih tepatnya, pola diet keto pola akan mengurangi hingga memangkas habis konsumsi karbohidrat, dan menggantinya dengan kandungan lemak yang tinggi. Nah, dengan mengganti asupan karbohidrat menjadi lemak, tubuh akan meresponsnya dengan keadaan metabolisme yang disebut dengan ketosis.

Tahukah Anda, ketosis sendiri adalah keadaan alami metabolisme tubuh yang mengolah lemak menjadi energi, dibandingkan mengolah karbohidrat. Keadaan tersebut dianggap efisien bagi tubuh dalam membakar lemak.

Hal tersebut juga dapat mengubah keton di dalam hati, yang dapat menyuplai energi bagi otak melalui pengolahan asam lemak dari makanan.
Lantas, apa saja kegunaan diet keto bagi tubuh? Berikut kegunaannya seperti dilansir dari Go-dok.com, Senin (23/7/2018).

1. Berat badan turun
Tentu saja, setiap orang yang melakukan diet berharap dapat menurunkan berat badan dan membentuk tubuhnya menjadi lebih ideal. Nah, hal tersebut dapat Anda dapatkan dengan menerpkan diet keto, lho.
Berdasarkan hasil penelitian, efek yang dirasakan dengan mengonsumsi lemak dalam diet keto, 2 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang menerapkan pola diet dengan asupan yang rendah lemak, lho.

2. Meminimalisir kadar gula dalam darah
Diet keto juga diketahui baik bagi penderita diabetes. Dengan memotong asupan karbohidrat, maka tubuh juga akan mengurangi produktivitas glukosa dan insulin dalam darah.

Pada kondisi normal, glukosa dan insulin digunakan sebagai sumber energi tubuh. Namun, terlalu banyak kandungan keduanya juga tidak baik dan dapat menyebabkan penyakit serta berat badan berlebih.

3. Menyembuhkan penyakit
Ternyata, diet keto juga dapat mengurangi berbagai penyakit dan gangguan kesehatan pada tubuh, mulai dari menghilangkan jerawat, meredakan penyakit jantung, Alzheimer, epilepsi, parkinson, hingga kanker. Hal tersebut dikarenakan rendahnya kandungan gula dan insulin di dalam tubuh yang membawa berbagai penyakit.

Seperti yang disebutkan, setiap diet memaksa penggunanya untuk menahan sejumlah jenis makanan untuk dikonsumi, terutama makanan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi, seperti nasi. Selain itu, jenis makanan lainnya seperti:

  • Makanan olahan dengan kandungan gula yang tinggi; soda, jus buah, kue, es krim, permen.
  • Gandum, seperti di dalam pasta, sereal, dan lainnya.
  • Umbi-umbian, seperti kentang, wortel, dll.
  • Buah, kecuali dengan porsi kecil untuk beri dan stroberi.

Lantas, jenis makanan apa yang harus dikonsumsi?

  • Daging-dagingan, seperti daging merah, steak, ham, sosis, bacon, ayam, kalkun.
  • Ikan-ikanan, salmon, tuna, mackerel, ikan trout.
  • Telur, terutama telur yang diolah dengan pasturisasi dan omega-3.
  • Alpukat, baik secara utuh atau sudah diolah menjadi guacamole.
  • Kacang-kacangan, seperti almond, biji chia, biji labu, walnuts, dan lain-lain.
  • Keju yang belum diolah: cheddar, goat, krim, blue, atau mozzarella.

Namun yang perlu diingat, diet keto bukan berarti tidak mempunyai efek samping. Anda bisa saja terserang flu keto, yaitu keadaan tubuh yang merasa lemah, sehingga dapat meningkatkan rasa lapar, sulit tidur, mabuk, tidak nyaman pada pencernaan, dan kurangnya energi saat berolahraga.

Anda juga tetap diwajibkan untuk makan 3 kali sehari, ketika sarapan, makan siang, dan makan malam. Tentunya dengan menu makanan yang sesuai dengan diet ini. Semoga informasi ini bermanfaat.