FaktualNews.co

Petani di Tuban Dapat Ganti Rugi Jika Gagal Panen

Ekonomi     Dibaca : 384 kali Jurnalis:
Petani di Tuban Dapat Ganti Rugi Jika Gagal Panen
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir/
Peluncuran program Cerdas Tani sedang menanam bibit padi secara bersama.

TUBAN, FaktualNews.co – Petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, beruntung dengan adanya program Cerdas Tani, yakni program perlindungan petani dari kemungkinan gagal panen. Program yang diluncurkan hasil kerjasama antara Jasindo, Petrokimia Gresik dan Kementerian Pertanian ini, disebut sebagai langkah agar pertanian di Indonesia berkelanjutan.

“Ini bentuk perhatian pemerintah untuk terus melaksanakan usaha tani, jadi asuransi dibentuk untuk keberlanjutan usaha tani,” ujar Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sri Kuntarsih, Senin (23/8/2018).

Program tersebut dikatakannya sebagai implementasi dari Undang-undang Pertanian Nomor 19 Tahun 2013 tentang Kewajiban Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mengeluarkan asuransi petani dari kemungkinan gagal panen.

Hanya saja, asuransi masih diberikan bagi jenis tanaman padi. Namun pihaknya akan terus mengevaluasi efektifitas program tersebut, sehingga kemungkinan akan berlaku pula bagi jenis tanaman yang lain.

Program Cerdas Tani yang diluncurkan di desa Senori, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban tersebut, petani cukup membayar premi 36 ribu rupiah setiap hektar lahan yang dimiliki dengan nilai klaim enam juta rupiah per musim tanam.

“Jadi kalau dia 75 persen dari lahan petakannya buka hanya satu hektar, 75 persen dia gagal (panen) itu bisa klaim ke Jasindo itu bisa langsung dibayar dalam dua minggu bisa beli benih lagi, bisa tanam lagi,” lanjutnya.

PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) pada tahun ini membayarkan klaim kepada petani sebanyak Rp 11 miliar. Dari jumlah itu, lahan pertanian yang dicover ada 400 ribu hektar.

Direktur Operasi Ritel PT Jasindo Sahata L.Tobing menambahkan bahwa selama semester pertama 2018 pihaknya telah membayar klaim ke petani sebesar 11 miliar rupiah dengan total 400 ribu hektar lahan pertanian. Klaim tersebut, disebabkan banyak kasus seperti gagal panen, hama dan lain-lain.

“Soal klaim yang kami bayarkan, petani jangan lagi ragu untuk ikut program cerdas tani. Sebab, 80 persen dibantu pemerintah dan sisanya 20 persen petani yang bayar itupun cuma Rp 36 ribu untuk satu hektarnya,” tambahnya.

Masih menurut Sahata, khusus di Jawa Timur pada tahun 2018. Jasindo menargetkan bisa mengcover 240 ribu hektar lahan pertanian terutama di daerah Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban.

“Kedepan dengan menggandeng PT Petrokimia Gresik. Cakupan kami tidak hanya pada lahan pertanian tanamam padi saja. Tapi, juga ke komoditas lain namun untuk program cerdas petani ini terus dimatangkan supaya para petani tidak perlu kuatir gagal panen,” ujarnya.

Sementara, Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo mengatakan, program cerdas tani ini merupakan bentuk komitmen antara Jasindo dengan perusahannya dalam mendukung pertanian di tanah air.

“Kami dengan Jasindo memfasilitasi petani. Program ini nantinya berlanjut ke Lamongan dan Bojonegoro. Total ada 11 kecamatan yang kami jajaki guna mengedukasi petani.

“Usai Tuban sebagai pilot project nantinya Lamongan dan Tuban segera kami jajaki untuk mensosialisasikan program cerdas tani,” tutupnya.

Editor
Z Arivin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...