FaktualNews.co

Sebabkan Kanker, Obat Darah Tinggi yang Mengandung Valsartan Ditarik BPOM

Kesehatan     Dibaca : 667 kali Penulis:
Sebabkan Kanker, Obat Darah Tinggi yang Mengandung Valsartan Ditarik BPOM
Ilustrasi obat-obatan.

FaktualNews.co – Obat antihipertensi atau darah tinggi dan gagal jantung yang mengandung bahan aktif valsartan, resmi ditarik Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. Kandungan valsartan dalam obat tersebut dianggap berbahaya serta berpotensi menyebabkan kanker.

Valsartan adalah obat keras atau obat yang harus dikonsumsi dengan resep dokter. Obat ini digunakan untuk pasien dengan tekanan darah tinggi, baik dikonsumsi tunggal maupun kombinasi dengan obat antihipertensi lainnya.

“Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku valsartan produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China,” tulis BPOM dalam keterangan di laman resminya, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (24/7/2018).

“Produk Valsartan yang tidak menggunakan bahan baku dari produsen tersebut di atas, masih dapat dikonsumsi oleh masyarakat.”

Mengutip berbagai sumber, valsartan sendiri tergolong dalam obat angiotensin reseptor blockers (ARBs). Obat ini akan bekerja dengan cara menenangkan pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih mudah.

Obat antihipertensi dengan bahan baku valsartan buatan pabrik China ini juga sudah ditarik di beberapa negara di Uni Eropa menemukan adanya pengotor Nitrosodimethylamine (NDMA).

Nitrosodimethylamine sendiri bersifat racun, khususnya untuk liver manusia. Senyawa kimia ini dikenal juga sebagai karsinogen manusia.

Dalam dosis tinggi yang diujikan pada tikus laboratorium, NDMA merupakan hepatotoksin yang potensial dan bisa menyebabkan fibrosis di liver. Timbulnya tumor pada liver setelah paparan kronis sampai dosis rendah juga muncul dalam penelitian tersebut.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
CNNIndonesia

YUK BACA

Loading...