FaktualNews.co

Takut Di-“Bully”, Siswi Lumpuh Usai Dihukum Squat Jump Enggan Sekolah

Peristiwa     Dibaca : 627 kali Penulis:
Takut Di-“Bully”, Siswi Lumpuh Usai Dihukum Squat Jump Enggan Sekolah
FaktualNews.co/Amanu/
Mas Hanum Dwi Aprilia, siswi kelas XI jurusan IPS 2 SMAN 1 Gondang, Mojokerto, setelah dihukum squat jump.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Kondisi kesehatan Mas Hanum Dwi Aprilia (16) siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang sempat lumpuh akibat dihukum Squat Jump oleh seniornya karena terlambat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, terus membaik.

Bahkan Hanum yang kini tengah menjalani perawatan di RSUD dr Soekandar Mojosari, sudah mulai belajar berjalan meski masih terseok-seok. Akan tetapi, akibat kejadian tersebut Hanum enggan kembali ke sekolah tempat dirinya menimba ilmu.

Siswi yang juga santri Pondok Pesantren Al Ghoits, Gondang, Kabupaten Mojokerto itu trauma dengan peristiwa yang dialaminya. Apalagi, pasca mendadak lumpuh, Hanum menjadi perhatian banyak orang. Setelah kabar berita tentang kondisinya ramai di media massa.

“Hanum mengatakan kalau dia tidak mau sekolah setelah insiden itu. Dia malu dengan teman-temannya dan takut menjadi sasaran bully,” tutur Perwakilan Pondok pesantren Al Ghoits Khoirul Wafa, Selasa (24/7/2018).

Bahkan, saat di datangi para dewan gurunya beberapa waktu lalu di rumahsakit, lanjut Wafa, Hanum menyatakan jika dirinya masih menolak untuk sekolah. Alasannya pun sama, takut menjadi korban bully. Lantaran pelaku yang menghukumnya merupakan seniornya sendiri.

“Untuk itu, pihak keluarga menyodorkan jaminan kenyamanan korban kembali ke sekolah sebagai salah satu syarat dalam perjanjian damai dengan pihak SMAN 1 Gondang. Keluarga meminta para dewan guru untuk menjaga kenyamanan Hanum saat nanti kembali ke sekolah,” terangnya.

Sebelumnya, saat Mariyono Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto saat di konfirmasi di kantornya menjamin Hanum akan mendampingi Hanum dan tidak akan ada bully jika kembali bersekolah. Pihaknya berjanji akan mengantar korban saat pertama kembali ke sekolah.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin