FaktualNews.co

Harga Kebutuhan Pokok di Gresik Terus Melonjak, Pedagang Menjerit

Ekonomi     Dibaca : 727 kali Penulis:
Harga Kebutuhan Pokok di Gresik Terus Melonjak, Pedagang Menjerit
Pasar Baru Gresik. Foto : Istimewa

GRESIK, FaktualNews.co – Harga sejumlah kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional Gresik terus mengalami kenaikan. Di Pasar Baru Gresik misalnya, sejumlah pedagang mengaku akibat kenaikan harga beberapa kebutuhan dapur  membuat minat pembeli bberkurang. Selain itu, para pedagang juga lebih memilih tidak berjualan barang yang cepat kering yang berakibat merugi.

“Bawang merah naik Rp 20.000 perkilogram, padahal sebelumnya Rp 16.000 perkilogram. Harga cabai rawit juga masih mahal Rp 47.000 perkilogram. Sampai-sampai saya tidak berjualan cabai rawit, sebab mudah kering dan akhirnya rugi” ungkap Kurnia salah satu pedagang pracangan Pasar Baru, kepada wartawan, jumat (27/7/2018).

Harga kebutuhan lainnya yang masih mahal menurutnya, yaitu telur ayam Rp 23.000 per kilogram. Untuk minyak goreng curah dan gula pasir menurutnya masih stabil. Dikisaran Rp 10.500 sampai Rp 11.000.

Yang lebih mengkuatirkan menurut pedagang, adalah kenaikan harga daging ayam potong. Di pasar ini, garha daging ayam potong mencapai Rp 40.000 per kilogram.Para pedagang ayam potong mengaku harga jual itu mahal karena mereka membelinya dari agen dengan harga sangat mahal.

“Beli ayamnya sudah mahal. Kalau tidak dinaikan harga daging ayamnya, kami rugi,” kata Suminah, pedagang daging ayam. Selain modal membeli ayam yang mahal, ayam di tiap-tiap kandang juga langka. Hal inilah menurut Suminah membuat harga daging ayam semakin mahal.

“Baru kali ini merasakan kenaikan daging ayam yang sangat mahal dan barangnya sulit. Dulu, ayam naik Rp 32.000 per kilogram, tapi mendapatkannya gampang. Tidak sulit seperti tahun ini,” katanya. Terkait kenaikan harga daging ayam itu, pedagang mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, pedagang hanya membeli barang dari distributor, kemudian dijual kembali.

Sementara harga daging sapi dinilai masih stabil di kisaran Rp 85.000 sampai Rp 90.000 per kilogram. Akibat kenaikan daging ayam, banyak pelanggan yang mengurangi pembelian daging ayam. Biasanya pelanggan membeli 2 kilogram, ketika daging ayam naik hanya membeli setengah kilogram.

Iklan Cukai Lamongan
Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Adi Susanto

YUK BACA

Loading...