Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Satgas TMMD Bangun Jembatan Darurat di Desa Jembul, Mojokerto

Peristiwa     Dibaca : 129 kali Jurnalis:
Satgas TMMD Bangun Jembatan Darurat di Desa Jembul, Mojokerto
FaktualNews.co/Istimewa/
Pembangunan jembatan darurat di lokasi TMMD, di Desa jembul, Mojokerto

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-102 TA 2018 Kodim Mojokerto, terus menyelesaikan sejumlah program pembangunan di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (31/7/2018).

Di tengah pengerjaan sasaran fisik jalan tembus Desa Jembul menuju Desa Rejosari sepanjang 1.800 meter x 6 meter, Satgas TMMD juga mengerjakan pembuatan jembatan darurat. Sebab, di rute jalan tembus tersebut terdapat sungai kecil, yang dikenal warga setempat dengan sebutan Kali Dadapan. Lokasinya sekitar 500 meter dari titik awal pengerjaan jalan tembus.

Keberadaan jembatan di atas kali kecil tersebut sangat diperlukan agar jalan tembus yang dalam tahap pengerjaan tersebut bisa dilewati dampai titik temu di Desa Rejosari. Terutama untuk saat ini, guna memperlancar lalu lintas manusia dan barang yang sedang mengerjakan jalan penghubung antar desa dalam satu kecamatan.

Menyikapi kondisi tersebut, Satgas TMMD Ke-102 Kodim 0815 Mojokerto, langsung bergerak cepat membuat jembatan darurat berbahan kayu dengan memanfaatkan pepohonan yang tergusur saat pembukaan jalan tembus Jembul – Rejosari, seperti sengon, mahoni, dan jengjen.

Komandan SSK TMMD 102 Kodim 0815 Mojokerto Kapten Inf Desto Jumeno, yang terjun langsung di lokasi, mengatakan, pembuatan jembatan darurat ini memang mendesak dan harus dilakukan. “Walaupun sifatnya sementara dengan target bisa dilintasi sepeda motor yang mendistribusikan logistik bagi para pekerja maupun distribusi BBM untuk ekskavator yang sedang dioperasionalkan,” katanya.

Selain untuk memperlancar lalu lintas manusia, barang dan logistik lainnya, lanjut Komandan SSK, jembatan darurat ini akan bermanfaat untuk kepentingan lainnya. “Misalkan bila sewaktu- waktu ada pejabat yang meninjau lokasi tidak ada hambatan, walaupun hanya dengan menggunakan sepeda motor, maka kegiatan peninjauan dapat dilakukan sampai titik akhir pengerjaan sasaran fisik (jalan tembus),” tandasnya.

Editor
Z Arivin
Tags