Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tuding Suporter Hina Timnas Malaysia U-16, Indonesia Terancam Hukuman Berat

Bola     Dibaca : 317 kali Jurnalis:
Tuding Suporter Hina Timnas Malaysia U-16, Indonesia Terancam Hukuman Berat
FaktualNews.co/Internet/
Ilustrasi suporter timnas Indonesia.

SURABAYA, FaktualNews.co – Indonesia terancam hukuman berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF). Lantaran suporter timnas Indonesia ditunduh mengeluarkan ujaran kebencian saat timnas Malaysia U-16 dikalahkan Thailand U-16 1-2 pada laga Grup C Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (30/7/2018) kemarin.

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akan melaporkan tindakan suporter Indonesia ke AFF.

Selain itu, suporter Indonesia juga dituding menghina pemain Malaysia Amirul Ashrafiq Hanifah yang sempat bermasalah karena unggahannya melalui Instagram.

Amirul mendapat kecaman karena salah memasang bendera Indonesia sebelum keberangkatan ke Indonesia untuk tampil di Piala AFF U-16 2018.

Langkah FAM untuk melayangkan laporan terkait tudingan tersebut, mendapat dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman.

Syed mengatakan, Indonesia harus mendapat hukuman yang berat, sama seperti ketika Malaysia dihukum karena ulah suporter yang menghina timnas Singapura dan Brunei Darussalam di SEA Games 2017.

“Dulu kita dikenakan hukuman karena ulah segelintir suporter yang tidak bertanggung jawab. Hari ini, apabila pemain kita dipanggil an***g dan ada sampai diancam dibunuh, FAM perlu tegas dan laporkan pada pihak AFF. Tindakan yang keras perlu dilakukan,” ucap Syed Saddiq dikutip dari The Star Online.

Sebelumnya, Sekjen FAM Stuart Ramalingam, mengklaim sudah menghubungi pihak AFF dan PSSI. Ramalingam mengatakan baik AFF dan PSSI menjamin keselamatan skuat timnas Malaysia selama mengikuti Piala AFF U-16 2018.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari PSSI terkait tudingan FAM tersebut, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (31/7/2018).

Editor
Saiful Arief
Sumber
CNNIndonesia