FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Resiko Persalinan dengan Operasi Caesar

Kesehatan     Dibaca : 263 kali Jurnalis:
Resiko Persalinan dengan Operasi Caesar
Ibu hamil

JOMBANG, FaktualNews.co – Operasi caesar, sebenarnya mempunyai resiko setelah persalinan, nyatanya juga dapat menguras keringat, tenaga, dan pikiran selama proses pemulihan. Salah satunya rasa nyeri yang muncul dari bekas pembedahan di bagian perut.

Walau begitu, komplikasi yang bisa muncul setelah operasi caesar sepertinya tidak mengurangi keinginan para wanita untuk memilih metode ini dibandingkan persalinan normal. Salah satunya adalah, bunda jadi tidak perlu merasa kesakitan ketika kontraksi terjadi saat persalinan normal berlangsung.

Apa saja keuntungan operasi caesar?

  • Bunda bisa mengetahui dan memilih waktu kelahiran bayi secara tepat
  • Terhindar dari rasa nyeri karena luka sayatan atau vagina yang sobek menuju area perineum ketika bayi keluar dari rahim
  • Terhindar dari kerusakan otot saat melahirkan, termasuk otot anus karena mengharuskan mengejan saat melahirkan
  • Menjadi prosedur utama ketika akan melahirkan bayi kembar atau bayi berada dalam posisi sungsang.

Namun di balik keuntungan tersebut, terdapat sejumlah risiko operasi caesar selama masa pemulihan, lho. Salah satunya yang dapat langsung dirasakan adalah mati rasa pada area pinggang ke bawah.

Pada dasarnya, operasi caesar dilakukan pada area perut, sehingga membutuhkan anestesi untuk meredakan rasa sakit ketika pembedahan dilakukan.

Berbeda dengan persalinan nomal di mana bunda berada dalam kondisi sadar, pembiusan diperlukan saat menjalani operasi caesar sehingga rasa pusing juga kerap mendera setelah operasi selesai dilakukan.

Selain itu, aktivitas Anda pun harus dibatasi, agar bekas jahitan di area perut tetap terjaga dan tidak terbuka. Salah satunya, Anda tidak boleh mengangkat benda apa pun selain bayi Anda selama beberapa minggu pertama.

Lalu, apa saja risiko operasi caesar lainnya yang kerap muncul selama masa pemulihan?

1. Menimbulkan efek samping lebih besar setelah persalinan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, karena efek anestesi yang dilakukan saat operasi caesar, Anda akan merasakan mati rasa dan sakit kepala setelah operasi selesai. Berbeda dengan mereka yang memilih persalinan normal, tidak perlu merasakan gejala ini.

Selain itu, wanita yang memilih operasi caesar harus tinggal lebih lama di rumah sakit. Biasanya, bunda diharuskan tinggal lebih dulu di rumah sakit antara 2 hingga 5 hari. Pasalnya, terdapat kemungkinan rasa nyeri muncul pada kulit atau timbulnya infeksi pada pembedahan yang dilakukan pada area perut dan panggul saat operasi caesar.

Bandingkan dengan bunda yang memilih persalinan normal hanya membutuhkan waktu maksimal 48 jam untuk pemulihan di rumah sakit. Selain itu, wanita yang melakukan operasi caesar juga cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa memberikan ASI eksklusif.

2. Pendarahan yang lebih banyak

Berbeda dengan persalinan normal yang cenderung minim pembedahan. Pembedahan yang terjadi pada operasi caesar nyatanya memicu pendarahan yang terjadi pada bunda lebih banyak, lho. Bahkan, jika pendarahan yang terjadi tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan koma karena kehilangan darah dan berujung pada kematian, lho!

Selain faktor pendarahan, setiap prosedur operasi dapat memicu terjadinya penggumpalan darah. Nah, ketika penggumpalan darah terjadi pada paru-paru (emboli paru), dapat mengancam nyawa bunda. Segera hubungi dokter jika bunda merasa batuk dan sesak napas, atau rasa sakit dan bengkak di betis setelah operasi caesar.

Biasanya, dokter akan memberikan obat pengencer darah untuk memperbaiki aliran darah di dalam tubuh. Bunda sangat disarankan untuk banyak bergerak setelah operasi caesar agar mengurangi risiko penggumpalan terjadi dan membantu sirkulasi darah.

3. Infeksi

Risiko operasi caesar di masa pemulihan sangat mungkin terjadinya infeksi.Setidaknya, ada 3 jenis infeksi yang sering terjadi setelah operasi caesar:

  • Infeksi pada luka pembedahan

Gejala berupa kemerahan dan keluarnya cairan, serta rasa nyeri yang memburuk pada luka dan bekas jahitan. Hal ini umum terjadi pada wanita yang menderita diabetes atau obesitas.

  • Infeksi pada lapisan rahim Anda (endometritis)

Gejalanya ini terihat dari pendarahan yang hebat dan tidak teratur pada rahim, serta keluarnya cairan berbau tidak sedap, atau demam setelah persalinan terjadi.

  • Infeksi saluran kemih akibat kateterisasi (tabung yang dimasukkan untuk mengosongkan saluran kemih)

Anda akan merasa sakit dan nyeri pada area perut atau selangkangan, suhu tubuh yang meninggi, menggigil, serta kebingungan. Kateter biasanya dimasukkan selama operasi berlangsung dan dapat dibiarkan di dalam selama 12 jam atau sampai Anda aktif bergerak.

Setelah mengetahui fakta risiko operasi caesar yang dapat terjadi setelah persalinan, ada baiknya bagi bunda untuk mempertimbangkan apakah memilih persalinan normal atau tidak. Selain itu, bagi bunda yang memilih operasi caesar, besar kemungkinan akan melahirkan anak kedua dengan prosedur yang sama.

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya di laman Go Dok.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...