Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Semburan Air Berlumpur Ngawi, Bupati Kanang Tunggu Kepastian ESDM Jatim

Peristiwa     Dibaca : 317 kali Jurnalis:
Semburan Air Berlumpur Ngawi, Bupati Kanang Tunggu Kepastian ESDM Jatim
FaktualNews.co/Zaenal Abidin
Bupati Ngawi saat sidak lokasi semburan air berlumpur, senin (6/7/2018)

NGAWI, FaktualNews.co – Hari kedua kemunculan semburan air sumur sawah milik Mujianto (43) warga Dusun Weru, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi,langsung mendapat respon dari Bupati Budi Sulistyono, senin (6/8/2018). Kanang panggilan akrab Budi Sulistyono ini, mendatangi lokasi semburan guna meredam kekuatiran warga sekitar.

Semburan yang berada tidak jauh dari ruas tol Ngawi Solo tersebut hingga kini ramai menjadi tontonan warga.Kanang memastikan semburan sumur yang berupa air tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan setelah dipastikan tidak mengandung gas beracun. Menurutnya, diperkirakan ada tekanan gas bumi dari dalam tanah yang menyebabkan semburan sumur setinggi puluhan meter tersebut.

“Yang jelas air ini aman diminum karena sudah ada kambing yang minum kemarin hingga saat ini tidak terjadi apa-apa,” jelas Kanang kepada sejumlah wartawan usai melakukan sidak pada semburan air dari dalam sawah tersebut.

Namun demikian, dipastikan pihaknya tetap akan memanggil ESDM Jatim untuk melakukan uji penelitian. Jika dipastikan ada kandungan gas bumi maka tidak menutup kemungkinan bakal di eksplorasi jangka panjangnya yang melibatkan pemerintah pusat. Akan tetapi apabila memang itu merupakan sumber air yang besar dan tentunya akan mempengaruhi hajat hidup masyarakat banyak akan dikelola pemerintah.

“Kita mohon untuk secepatnya tim dari pemprop Jatim segera turun dan melaporkan hasilnya, jadi kita dapat menentukan langkah selanjutnya,” urainya. Sebelumnya di area persawahan yang sama menurut Kanang pernah juga ditemukan sumur api.

Tidak jauh dari semburan air sekarang, tepatnya disawah milik Salimun warga setempat, lanjut Kanang, mendadak juga ada sembuarn air yang dibarengi kobaran api. Api baru padam setelah beberapa hari berkobar.

Dasar inilah menurut Kanang mengindikasikan wilayah sawah disekitar Desa Sidolaju memiliki kandungan gas alam. “Pastinya akan kita lihat dampaknya apakah memanfaatkan atau tidak. Kalau sekiranya positif tetap akan di eksplorasi,” pungkasnya.

Editor
Adi Susanto