FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sebulan, Iklan Pencitraan AHY Capai Rp 78 Miliar

Ekonomi     Dibaca : 167 kali Jurnalis:
Sebulan, Iklan Pencitraan AHY Capai Rp 78 Miliar
FaktualNews.co/Istimewa/
Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

SURABAYA, FaktualNews.co – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang sebelumnya digadang-gadang menjadi pendamping Prabowo dalam Pilpres 2019, secara tak terduga gagal mencalonkan dirinya.

Padahal, anak pertama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sudah sudah keluar modal cukup banyak dalam beberapa bulan terakhir, untuk iklan media luar ruang atau OOH (out of home). AHY pun seakan tak mau kalah dengan tokoh-tokoh politik muda seperti, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketua Umum PPP, Romahurmuzy (Romy).

Berdasarkan data dari Medialinks, sebuah perusahaan konsultan riset dan analisa iklan luar ruang, mencatat dalam sebulan terakhir iklan AHY dan Demokrat cukup masif.

CEO Medialinks, Paul Lek, mengatakan pihaknya hanya menghitung iklan OOH dari AHY dan Demokrat berupa billboard/neon, baliho, bando/JPO, midi dan LED.

Dari total yang terpantau, masing-masing tipe iklan sebanyak 39 buah untuk Billboard/Neon, 10 buah untuk Baliho, 9 buah untuk Bando/JPO, 4 buah untuk MIDI, dan 1 buah untuk LED. Atau total sebanyak 63 iklan OOH.

Lantas berapa besar biaya yang dikeluarkan? Paul menuturkan, secara kasar, harga kotor iklan OOH berbagai ukuran, paling murah Rp 2,5 juta dan paling mahal Rp 3 juta tergantung kota dan lokasi berdasar tingkat keramaiannya.

“Misalkan rata-rata dapat diskon 50 persen, maka bisa dihitung Rp 1,25 miliar dikalikan 64 unit, total sekitar Rp 78,750 miliar yang sudah dikeluarkan dalam sebulan,” ungkapnya.

Sejak bulan Ramadan 2018, iklan-iklan luar ruangan atau Out of Home advertising dari Partai Demokrat, dengan mempromosikan partai dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghiasi beberapa ruas jalan di kota-kota di Indonesia.

Menurut Paul, lokasi yang paling banyak dipilih Demokrat dan AHY. Yakni, Jakarta diikuti Bandung. “Ada kemungkinan lagi banyak yang slotnya kosong, atau memang menjadi target bagi AHY,” jelasnya.

Dari hasil pantauan Medialinks, dalam sebulan terakhir ada 10 titik di Jakarta, 8 titik Bandung, sedang kota ketiga Palembang dengan total 7 titik lokasi. Sementara di Banjarmasin, Padang, dan Denpasar dengan masing-masing 5 titik lokasi iklan, ada 4 iklan masing-masing di kota-kota Banda Aceh dan Surabaya.

Di Cirebon, dan Medan ada masing-masing 3 iklan, Jambi, Yogyakarta, dan Samarinda masing-masing 2 iklan, sedang di Karawang, Makassar, dan Pontianak masing-masing 1 iklan saja.

Ada 5 slogan utama yang terpantau untuk iklan-iklan OOH AHY, yaitu Sekarang Dan Masa Depan (AHY), Siap (AHY), Muda Adalah Kekuatan (AHY), Cakra AHY (AHY), dan Demokrat Siap (AHY). Dua tema dengan jumlah terbanyak adalah yang Sekarang Dan Masa Depan (AHY) dengan 30 buah iklan dan Siap (AHY) dengan 17 buah.

Tema lain-lain ada di tempat ke tiga dengan total 12 buah iklan. Tema Sekarang Dan Masa Depan (AHY) terbanyak ada di Banda Aceh dan Padang dengan masing-masing 4 buah iklan. Sedangkan tema Siap (AHY) terbanyak ada di Bandung juga dengan jumlah 4 buah iklan.

Meski gagal mencalonkan sebagai presiden atau wakil, media-media luar ruang tersebut masih bisa dengan mudah diganti dengan iklan dengan pesan lain. “Bisa untuk koalisi atau untuk Partai Demokrat menghadapi pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019,” pungkas Paul.

Meski gagal jadi cawapres di Pilpres 2019, AHY mengaku akan mempersiapkan diri untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. AHY tetap akan bertugas sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat.

Editor
Saiful Arief