FaktualNews.co

Kekeringan Terjang Malang, Dua Desa Krisis Air Bersih

Peristiwa     Dibaca : 450 kali Penulis:
Kekeringan Terjang Malang, Dua Desa Krisis Air Bersih
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Ilustrasi Kekeringan

MALANG, FaktualNews.co – Datangnya musim kemarau membuat sejumlah desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mulai dilanda kekeringan. Ribuan warga dari dua desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, kini dilanda krisis air bersih.

Yakni Desa yakni Kedung Banteng dan Desa Tambakrejo. Sumber mata air di dua desa tersebut kini sudah mati. Kepala Desa Kedung Banteng Suwarno mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya mencari lokasi untuk pembangunan embung yang bisa menampung air untuk persiapan musim kemarau. Namun sampai hari ini, titik lokasi embung yang diharapkan juga belum ditemukan.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Kami sudah melakukan survey disejumlah lokasi. Tetapi belum juga ditemukan. Untuk kekurangan air saat ini sudah dirasakan masyarakat di dusun Krajan. Kami akan segera ajukan permohonan air bersih ke PDAM dan BPBD Kabupaten Malang,” kata Suwarno, Senin (13/8/2018).

Selain di desa Kedung Banteng, kekurangan air bersih juga terjadi di Desa Tambakrejo. Kades Tambakrejo Yonatan, membenarkan ada sebanyak 325 kepala keluarga di Dusun Tamban yang saat ini mengalami krisis air bersih.

“Kami sudah ada penawaran dari pihak PDAM terkait bantuan air bersih. Tetapi itu perlu koordinasi dulu dengan warga. Dengan kekurangan air bersih ini, kami juga akan layangkan surat permohonan kepada BPBD dan PDAM,” terang Yonatan.

Sementara itu, Camat Sumbermanjing Wetan, Agus menghimbau kepada dua Kades untuk segera mengajukan surat permohonan. Sehingga, Pemkab Malang melalui BPBD Malang bisa segera mengirimkan bantuan air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga.

“Untuk kekurangan air bersih saat ini hanya terjadi di dua desa. Alhamdulilah untuk desa yang lain mungkin masih mencukupi,” pungkas Agus.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...