FaktualNews.co

Mahasiswa Papua di Surabaya Tolak Pasang Bendera Merah Putih

Peristiwa     Dibaca : 453 kali Jurnalis:
Mahasiswa Papua di Surabaya Tolak Pasang Bendera Merah Putih
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir/
kondisi asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Pacarkeling, Tambaksari, Kota Surabaya usai ricuh.

SURABAYA, FaktualNews.co – Kericuhan terjadi di Jalan Kalasan, Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Ini setelah sekelompok pemuda dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Patriot Garuda serta Karang Taruna setempat hendak memasang bendera merah putih di area asrama mahasiswa Papua, namun mendapat penolakan.

“Anak Patriot Garuda bersama Karang Taruna masuk ke wilayah mess (mahasiswa) Papua untuk memasang bendera merah putih, tapi dapat perlawanan,” ujar Kapolsek Tambaksari, Kompol Prayitno, Rabu (15/8/2018).

Tak terima wilayahnya terdapat bendera merah putih, beberapa mahasiswa asal Papua pun melarangnya, dengan memberikan perlawanan kepada Ormas Patriot Garuda. Tak pelak, keduanya pun terlibat kontak fisik.

“Ada yang kena sabetan badik, tangannya tergores,” jelasnya.

Korban berasal dari pihak Ormas Patriot Garuda, dan diketahui bernama Arifin.

Beruntung dirinya segera mendapat pertolongan setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Saat ini, beberapa orang dari kedua kelompok digiring ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan.

Asrama yang berada di Jalan Kalasan, Pacar Keling, Kecamatan Tambak Sari, Kota Surabaya memang dikenal sebagai tempat tinggal mahasiswa Papua yang sedang menimba ilmu di kota pahlawan ini.

Berulang kali wilayah tersebut menjadi pusat kericuhan, terakhir kericuhan terjadi antara pihak petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP.

Ketika itu, petugas ditolak ratusan mahasiswa dengan alasan pasukan yang dibawa berlebihan, padahal petugas bermaksud melakukan operasi yustisi. Ini menyikapi keluhan warga yang resah atas kegiatan para mahasiswa Papua di dalam asrama selama ini.

Diduga, asrama dijadikan tempat sejumlah kelompok Organisasi Papua Merdeka yang menginginkan provinsi paling timur Indonesia tersebut memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Editor
Saiful Arief
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...