Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Malam Idul Adha, Gema Takbir Berkumandang di Sumenep

Advertorial     Dibaca : 92 kali Jurnalis:
Malam Idul Adha, Gema Takbir Berkumandang di Sumenep
FaktualNews.co/Supanjie/
Wabup Sumenep Achmad Fauzi (kiri) memukul bedug gema takbir hari raya Idul Adha.

SUMENEP, FaktualNews.co – Gema takbir malam hari raya Idul Adha 1439 H berlangsung semarak di depan masjid Agung, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (21/8/2019) malam.

Gema Takbir yang diselenggarakan Bagian Kesejahteraan Masyarakatan (Kesmas) Sekdakab (Sekretariat Daerah Kabupaten) Sumenep ini dibuka secara simbolis dengan pemukulan bedug oleh wakil bupati (Wabup) Achmad Fauzi.

Juga diikuti secara bersama dengan pukulan rebana, oleh Sekdakan Edy Rasiyadi, Ketua DPRD Herman Dali Kusuma, Dandim 0827, dan Wakapolres Kompol Sutarno. Sejumlah pimpinan OPD juga tampak hadir pada kegiatan dimaksud. Yang disaksikan kurang lebih 1 ribu undangan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakatan (Kabag Kesmas) Kabupaten Sumenep, Abd Basid mengatakan, acara gema takbir malam Idul Adha 1439 H 2018 diharapkan, masyarakat Sumenep semakin religius dan kondusif dengan lantunan gema takbir.

“Semoga keikhlasan, ketulusan berkorban tahun ini dapat lebih mendekatkan diri kita kepada Allah,” ungkapnya.

Wabup Sumenep Achmad Fauzi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan gema takbir oleh pemkab Sumenep merupakan bentuk tasyakuran dalam memeriahkan hari besar islam Idul Adha, atau yang bisa dikenal lebaran kurban. “Kegiatan ini harus bisa dilestarikan secara kintinyu setiap tahunnya,” katanya.

Menurutnya politisi PDI Perjuangan ini, perayaan Idul Adha merupakan bentuk penghormatan atas peristiwa Nabi Ibrahim As, tempo dulu. Di mana secara kasat mata ada perintah berkurban yang perlu diterapkan pada zaman ini.

“Makanya, di setiap lebaran ini pasti selalu ada kurban, baik kambing maupun sapi,” ucapnya.

Selain itu, sebagai umat Islam dituntut untuk bisa meneladani Nabi Ibrahim As. Dengan ketulusan dan keikhlasannya rela menjadikan anaknya sebagai kurban kepada Allah Swt.

“Ini Tauladan yang perlu ditiru, Karena Allah meski anak dipersembahkan lewat kurban. Meski akhirnya tergantikan oleh domba,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya berharap semua masyarakat bisa mendekat pada Allah SWT dengan total. “Pada pelaksanaan ini juga pelaksanaan Ibadah haji. Mari kita doakan semoga mereka kuat menjalaninya dan menjadi haji mabrur,” tukas suami Nia Kurnia ini. (*)

Editor
Saiful Arief