FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Belasan Ekor Hewan Kurban di Situbondo, Terjangkit Penyakit Cacing Hati

Kesehatan     Dibaca : 110 kali Jurnalis:
Belasan  Ekor Hewan Kurban di Situbondo, Terjangkit Penyakit Cacing Hati
FaktualNews.co/Fatur/
Belasan hewan kurban di Situbondo, terjangkit penyakit cacing hati.

SITUBONDO, FaktualNews.co-Belasan  ekor hewan kurban di Situbondo, terjangkit penyakit cacing hati. Itu terungkap saat petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemkab Situbondo, melakukan pengawasan terhadap sejumlah lokasi pemotongan  hewan kurban di kota Situbondo, Rabu (22/8/2018).

Pantauan FaktualNews.co di lapangan, pertama kali petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Situbondo, melakukan pengawasan pemotongan hewan kurban di Mapolres Situbondo.

Dari enam ekor sapi yang dipotong di Mapolres Situbondo, empat ekor hewan kurban diantaranya terjangkit penyakit cacing hati. Sedangkan di Kantor Pemkab Situbondo dari sebanyak13 ekor sapi yang dipotong, tujuh ekor hewan kurban tersebut terjangkit penyakit cacing hati.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Dinas Peternakan dan  Kesehatan Hewan Pemkab Situbondo,  Sulistiyani mengatakan, pada Hari Raya Idul Adha Tahun 2018 ini, pihaknya menemukan belasan ekor hewan kurban yang diketahui terjangkit penyakit cacing hati.

” Karena hati hewan kurban  yang terjangkit penyakit cacing hati  itu,  tidak layak dan membahayakan jika dikonsumsi. Sehingga kami langsung mengamankan hati hewan kurban tersebut,”kata Sulistiyani, Rabu (22/8/2018).

Menurutnya, pada Hari Raya Idul Adha Tahun 2018 ini, pihaknya menerjunkan sekitar 40 petugas untuk mengawasi sejumlah  lokasi pemotongan hewan kurban, yang tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo.

“Petugas yang terdiri dokter hewan, mantri dan petugas yang lain dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Situbondo itu,  bertugas selama tiga hari kedepan melakukan pengawasan, agar daging kurban tersebut layak konsumsi, sebelum dibagikan kepada warga,”pungkasnya.

 

 

 

Editor
Nurul Yaqin