FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

PSG Kena Sanksi UEFA, Peluang Madrid Boyong Neymar dengan Harga Murah

Bola     Dibaca : 176 kali Jurnalis:
PSG Kena Sanksi UEFA, Peluang Madrid Boyong Neymar dengan Harga Murah
FaktualNews.co/Istimewa/
Bintang PSG Neymar Jr

SURABAYA, FaktualNews.co – Ambisi Real Madrid untuk mendapatkan Neymar Jr dari Paris Saint-Germain (PSG) sepertinya akan menuai kenyataan. Bahkan, Los Blancos juga berpeluang untuk membeli Neymar dengan harga yang relatif lebih murah.

Seperti diberitakan Onda Cero, Kamis (23/8/2018), Les Parisiens dalam waktu dekat akan menjual satu hingga dua pemain bintang mereka. Agar PSG tidak melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) yang diterapkan UEFA. Neymar menjadi pemain yang akan dilego PSG.

PSG diambang terkena hukuman FFP karena belanja jorjoran dalam satu tahun terakhir. Untuk mendatangkan dua pemain saja (Neymar dan Mbappe), mereka mengeluarkan 357 juta euro (Rp6 triliun).

Jika PSG tidak segera menjual pemain mereka, UEFA akan menjatuhkan hukuman kepada raksasa Prancis itu pada pekan depan. Karena itu, PSG memutuskan akan menjual pemain bintang mereka atau tidak pada Jumat 24 Agustus 2018.

Jika PSG enggan menjual sang pemain bintang, mereka bisa terkena hukuman dari UEFA. Salah satu hukuman yang akan mereka hadapi ialah pelarangan mendatangkan pemain, terhitung sejak bursa transfer musim panas 2018.

Hal itu berarti, Kylian Mbappe pun dipaksa harus kembali ke AS Monaco. Meski sudah memperkuat PSG sejak musim 2017-2018, status penyerang Tim Nasional (Timnas) Prancis itu baru dipermanenkan pada bursa transfer kali ini.

Dalam kondisi di atas itulah, Madrid coba mengambil kesempatan. Bukan tak mungkin karena membutuhkan dana cepat, PSG akan menjual Neymar jauh di bawah harga yang sudah mereka tetapkan sebelumnya.

Sekadar informasi, manajemen PSG membanderol Neymar di angka 300 juta euro (Rp5,07 triliun). Hal itulah yang membuat manajemen Madrid berpikir 1000 kali untuk mendatangkan Neymar yang sempat menjabat sebagai kapten Tim Nasional (Timnas) Brasil tersebut.

Editor
Z Arivin