Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Jatim Kondusif, Australia Malah Keluarkan Security Warning Aksi Teror

Nasional     Dibaca : 113 kali Jurnalis:
Jatim Kondusif, Australia Malah Keluarkan Security Warning Aksi Teror
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir/
Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

SURABAYA, FaktualNews.co – Polda Jatim menyesalkan langkah Konsulat Jenderal (Konjen) Australia yang telah mengeluarkan security warning, terkait adanya indikasi potensi serangan aksi terorisme di Jawa Timur.

Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, seharusnya pihak pemerintah Australia berkoordinasi dengan Mabes Polri sebelum mengeluarkan kebijakan larangan karena kebijakan itu mempengaruhi kondisi di Jawa Timur.

“Polda jatim menyatakan penyesalannya atas kejadian itu yang sebenarnya tidak perlu disampaikan ke ruang publik oleh pihak Konjen Australia, sebab mempengaruhi situasi yang ada terkait akan terjadinya aksi teror yang ada di Jawa Timur,” ujar Barung di Balai Wartawan Mapolda Jawa Timur, Jumat (24/8/2018).

Sejauh ini, Jawa Timur dalam keadaan kondusif sehingga menurut dia tak sepatutnya pihak Konjen Australia mengeluarkan larangan itu.

“Mabes Polri dan Polda Jawa Timur sudah berusaha begitu kerasnya mempertahankan situasi kondusif di Jawa Timur hingga saat ini, tiba-tiba keluar pernyataan dari Konjen Australia di website nya bahwa akan ada aksi yang mengarah ke teror,” lanjut Barung.

Security warning ini mencuat setelah pembatalan sepihak oleh Konjen Australia di Surabaya, Mr. Chris Barnes pada peresmian pusat informasi tentang Australia (AussieBanget Corner) di ruang perpustakaan Kampus B Universitas Airlangga (UNAIR) Jalan Darmawangsa Surabaya, Kamis (23/8/2018) kemarin.

Hal ini dilakukan menyusul ancaman serangan teroris yang belakangan beredar di Indonesia.

Kementerian Luar Negeri Australia juga sudah mengeluarkan travel warning kepada warganya ke Indonesia. Mereka menyarankan para warganya yang berencana pergi atau sedang berada di Indonesia untuk menghindari tempat-tempat yang bisa menjadi target serangan teroris.

Editor
Saiful Arief