FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Situs Peninggalan Masa Kerajaan, Kembali Ditemukan di Sidoarjo

Peristiwa     Dibaca : 280 kali Jurnalis:
Situs Peninggalan Masa Kerajaan, Kembali Ditemukan di Sidoarjo
FaktualNews.co/Alfan/
Amien Widodo Geofisika ITS, Kepala Desa dan warga setempat saat berada di lokasi temuan situs kuno.

SIDOARJO, FaktualNews.co – Sebuah susunan batu bata dan sumur kuno diduga peninggalan masa kerajaan, kembali ditemukan warga. Kali ini, situs tersebut ditemukan di sebuah Punden Mbah Sukirman, kawasan Desa Wates Sari RT 17 RW 03 Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Temuan itu pertama kali diketahui oleh Suliono (50), warga setempat. Saat itu, seorang ketua RT 17 tersebut bersama warga desa lainnya sedang menggali tanah di kawasan Punden untuk pembuatan akses jalan menuju punden tersebut.

“Waktu itu saya dan warga lainnya melakukan kerja bakti. Saat menggali tanah, tidak sengaja menemukan tumpukan batu bata menyerupai pondasi. Setelah menggali lagi di sampingnya, ternyata terdapat sumur,” ucapnya, Sabtu (25/8/2018).

Ukuran batu bata yang menyerupai pondasi tersebut, ternyata tidak seperti batu bata pada umumnya. Batu bata itu berukuran tebal 7 cm panjang 33 cm dan 6 cm panjang 27 cm. Sementara, ukuran batu bata yang menyerupai sumur, berbentuk bulat dengan kedalaman sekitar 6 meter dan bangunan menyerupai sumur itu ditemukan sebanyak 15 titik yang tersebar di pekarangan warga dan sungai.

Di dalam bangunan sumur tersebut, banyak ditemukan pecahan tembikar, guci dan dua buah koin terbuat dari logam kuningan. “Sumur tersebut awalnya tertimbun tanah. Waktu digali ada benda-benda semacam tembikar dan dua buah koin,” terangnya.

Sementara itu, Amien Widodo Geofisika ITS yang berada di lokasi mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan penyekenan menggunakan bio listrik di kawasan tersebut. “Dari situ kita bisa melihat bentuk dari bata yang sudah kita lihat ini di bawahnya seberapa dalam dan seberapa luas,” katanya.

Tentunya, lanjut Amien, dibutuhkan kerja sama dengan pihak arkeologi untuk mendiskripsikan bentuknya. “Nah, ķami berharap ada kerja sama agar nanti dapat mengetahui seperti apa sih bentuknya,” pungkasnya.

 

Editor
Nurul Yaqin