Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kasus Stunting, Pemkab Trenggalek Maksimalkan Penanganan

Kesehatan     Dibaca : 153 kali Jurnalis:
Kasus Stunting, Pemkab Trenggalek Maksimalkan Penanganan
FaktualNews.co/Suparni/PB/
Sekertaris Dinkesdalduk dan KB Sutikno Slamet saat di konfirmasi.

TRENGGALEK, FaktualNews.co-Kasus stunting (gizi buruk) di Kabupaten Trenggalek adalah sangat mencolok. Stunting adalah akibat kurang asupan gizi (gizi buruk) terjadi mulai janin masih dalam kandungan. Kasus stunting ini baru nampak ketika anak berusia dua tahun.

Sehingga muncul status stunting atau biasa disebut pertumbuhan melambat dari usia yang seharusnya terhadap anak. Terkait ini, Pemkab Trenggalek, mendapatkan bantuan dari GAIN berasal dari Swiss yang masuk dalam bidang Kesmas.

“ Ada sebanyak empat Kabupaten yang menerima se-Jatim, salah satunya Trenggalek. Jadi bantuan tersebut khusus penanganan stunting yang dipicu dari emotional demonstration dan diterapkan melalui pelatihan dan bantuan,”ucap Sekretaris Dinkesdalduk dan KB Kabupaten Trenggalek, Sutikno Slamet, Rabu(29/8/2018).

Menurutnya, stunting di Trenggalek masih pada angka 24-25 persen dari jumlah balita. Namun untuk tingkat nasional malah diangka 28 persen. Dari total tersebut di Trenggalek ada sebanyak 10 desa yang masuk.

“Untuk penanggulangannya sendiri stunting sudah melalui lintas sektor. Diantaranya mulai dari Dinas Kesehatan, Pertahanan Pangan, Bappemas, Pemdes melalui regulasi aturan Dana Desa, Perkimsih, maupun Perikanan,”terangnya.

Untuk leading sektornya sendiri, lanjutnya, adalah Bappeda dan lintas sektor ini sudah berjalan melalui rapat bersama dan sudah eksen.

“Untuk data tersebut didapat dari pemantauan status gizi. Dari situ sehingga muncul data dan ketika ada laporan langsung dilakukan penanganan,” jelasnya.

Sutikno menambahkan, setelah itu status stunting sendiri, akan lepas setelah penanganan dan dirasa sudah bertumbuh secara normal. Dalam hal ini bisa diketahui atau diamati gejala stunting mulai dari 1000 hari kelahiran pertama, berarti antara sekitar umur 2 tahun.

Editor
Nurul Yaqin
Tags