Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Maksud Mulia Pesilat Indonesia Hanifan Peluk Jokowi dan Prabowo, Menyentuh Hati

Olahraga     Dibaca : 185 kali Jurnalis:
Maksud Mulia Pesilat Indonesia Hanifan Peluk Jokowi dan Prabowo, Menyentuh Hati
Pesilat putra Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah (tengah) memeluk Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto (kanan). ANTARA FOTO/Kumparan/INASGOC/Aditia Noviansyah/

FaktualNews.co – Pesilat putra Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah, membuat penonton dan masyarakat di Indonesia dibuat kagum dengan tindakannya setelah berhasil meraih medali emas Asian Games 2018.

Setelah berhasil menang tipis 3-2 atas pesilat Vietnam, Nguyen Thai Linh, di nomor tarung putra pencak silat kelas C 55-60kg Asian Games 2018, Rabu (29/8/2018). Ia langsung berlari ke tribun VVIP dan memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Prabowo Subianto, secara bersama-sama.

Hanifan ternyata memang memiliki maksud memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Prabowo Subianto bersama-sama.

Sontak aksi kekasih pesilat putri Indonesia, Pipiet Kamelia ini membuat seluruh pendukung di Padepokan Pencak Silat riuh dan bertepuk tangan.

“Saya melakukannya biar masyarakat Indonesia semua tahu bahwa tidak ada masalah apa pun antara Jokowi dan Prabowo, itu saja. Hanya ada segelintir orang yang tak suka terhadap kesuksesan mereka,” ujar Hanifan, seperti dilansir dari Bola.com, Rabu (29/8/2018).

“Sebagai insan pesilat Indonesia, saya ingin memperlihatkan silaturahmi mereka, jadi kita semua harus menjaga hari. Kita ini satu bangsa dan satu negara. Masa harus terpecah belah karena hal yang tidak penting.”

Hanifan menegaskan sudah tugasnya sebagai seorang pesilat yang merupakan budaya asli Indonesia, untuk memperlihatkan bagaimana masyarakat Indonesia seharusnya bersatu.

“Dengan pencak silat, Indonesia bisa semakin erat. Indonesia itu adalah negara yang tentram, aman, dan damai,” tutur Hanifan.

Editor
Saiful Arief