FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Terperangkap Jaring, Ratusan Kura-kura Mati di Laut Meksiko

Internasional     Dibaca : 72 kali Jurnalis:
Terperangkap Jaring, Ratusan Kura-kura Mati di Laut Meksiko
FaktualNews.co/Istimewa/
Kura-kura yang mati di laut Meksiko

JAKARTA, FaktualNews.co – Ratusan kura-kura laut yang terancam punah ditemukan mati di pantai selatan Meksiko pada Selasa, 28 Agustus 2018 waktu setempat.

Dilansir Reuters, Rabu (29/8/2018), sekitar 300 kura-kura Kura-kura laut tersebut terperangkap di dalam jaring penangkap ikan. Insiden ini terjadi beberapa pekan sesaat setelah lebih dari 100 kura-kura mati lainnya ditemukan bulan ini.

Koordinator Badan Perlindungan Sipil Meksiko, Heliodoro Diaz mengatakan, kura-kura malang tersebut ditemukan oleh para nelayan Negara Bagian Oaxaca di komunitas pinggir pantai Barra de Colotepec.

Foto-foto yang diambil Reuters menunjukkan puluhan kura-kura yang mati, banyak di antaranya mulai membusuk, terperangkap dalam benda yang diduga sebagai sebuah jaring.

Kura-kura olive ridley yang menurut pihak berwenang Meksiko berada dalam status terancam punah berukuran panjang sekira 75 sentimeter dengan bobot sekira 45 kilogram. Dari Mei sampai September mereka mendarat di berbagai pantai di negara-negara bagian Meksiko sepanjang Samudera Pasifik untuk bertelur.

Meksiko, yang merupakan rumah bagi enam dari tujuh spesies penyu laut dunia, memiliki program permanen untuk melindungi reptil amfibi tersebut, termasuk hukuman kriminal bagi orang-orang yang membunuh mereka. Kantor pengacara federal untuk perlindungan lingkungan (PROFEPA) mengatakan akan menyelidiki kasus ini.

Bulan ini, pihak berwenang mengatakan mereka tengah menyelidiki kematian 113 kura-kura laut dari jenis yang terancam punah; 102 kura-kura olive ridley, enam hakwsbill dan lima lainnya dari spesies kura-kura hijau, di sebuah penangkaran di Negara Bagian Chiapas.

Para ahli mengatakan, kematian itu mungkin disebabkan oleh kehabisan napas, kail ikan atau alga berbahaya, namun penyebab pastinya masih diselidiki.

Editor
Z Arivin
Sumber
reuters