Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

BKIPM Surabaya I dan II Musnahkan 45 Ikan Invasif

Peristiwa     Dibaca : 195 kali Jurnalis:
BKIPM Surabaya I dan II Musnahkan 45 Ikan Invasif
FaktualNews.co/Alfan Imroni/
Proses penimbunan ikan invasif di Puspa Agro Sidoarjo

SIDOARJO, FaktualNews.co – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) Surabaya I dan BKIPM Surabaya II, memusnahkan sebanyak 45 ekor ikan Arapaima, ikan aligator dan ikan invasif lainnya dengan cara dikubur dikawasan Puspa Agro, kawasan Desa Sadang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (31/8/2018).

Sebanyak 45 ikan yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil penyerahan dari masyarakat dari berbagai daerah seperti, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Gresik dan Probolinggo. Ikan terebut diserahkan secara sukarela ke posko penyerahan ikan berbahaya/invasif di BKIPM Surabaya I maupun BKIPM Surabaya II.

Rincian 45 ekor ikan yang dimusnahkan hasil penyerahan sukarela ke posko BKIPM Surabaya I sebanyak 25 ekor dan posko BKIPM Surabaya II sebanyak 20 ekor tersebut antara lain jenis ikan Arapaima Gigas 9 ekor, ikan Aligator 28 ekor, Red tail cat fish 3 ekor, silver dollar 5 ekor dan ikan tomang satu ekor.

“Ada 45 ekor yang dimusnahkan. Semuanya diserahkan oleh masyarakat secara sukarela baik melalui posko BKIPM Surabaya I dan II,” ucap Kasie Pengawasan, Pengendalian dan Informasi (Wasdalin) Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (KIPM) Surabaya I, Wiwit Supriyono.

Sebelum dimusnahkan, ikan tersebut dilakukan anestei (pemingsanan) sehingga secara perlahan ikan itu mati. Setelah ikan mati, dimasukkan ke dalam lubang yang sudah disiapkan dan dilakukan penimbunan dengan tanah. Pihaknya memilih ditimbun ke tanah dari pada cara pemusnahan lainnya, dikarenakan praktis, aman dan tidak terdapat polusi.

Pemusnahan ikan itu, merupakan adanya UU Nomor 45 tahun 2009 dan PERMEN KP No. 41/PERMEN KP/ 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya ke Dalam Wilayah Indonesia. “Pemusnahan itu juga untuk menindak lanjuti terhadap upaya pencegahan penyebaran ikan invasif di Indonesia,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pemusnahan itu diantaranya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHL) Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Satker PSDKP Surabaya, Wilker BPSPL Surabaya dan para pemilik ikan.

Editor
Z Arivin