FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kejati Bongkar Kasus KUR Fiktif Bank Jatim Cabang Jombang Jilid II

Hukum     Dibaca : 233 kali Jurnalis:
Kejati Bongkar Kasus KUR Fiktif Bank Jatim Cabang Jombang Jilid II
FaktualNews.co/Syaiful Arief/
Ilustrasi kredit fiktir Bank Jatim Cabang Jombang

SURABAYA, FaktualNews.co – Penanganan kasus Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jatim Kantor Cabang Jombang jilid II tak lagi berada di tangan Polda Jatim. Namun kasus tersebut kini berada di tangan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jatim, Kombes Pol Agus Santoso. Kepada FaktualNews.co, perwira tinggi di jajaran Polda Jatim ini menyatakan jika pihaknya tak lagi menangani kasus tersebut.

“Kemarin kita sudah koordinasi dengan Aspidsus (Asisten Pidana Khusus) dan Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) dan akan dilakukan penyelidikan oleh Kejati Jatim,” tutur Agus, Kamis 30 Agustus 2018.

Namun, bukan berarti pihak kepolisian berhenti menyelidiki kasis yang melibatkan salah satu bank terbesar di Jatim ini, Polda Jatim justru kini tengah membidik kasus serupa yang diduga terjadi di kabupaten lain seperti di Gresik.

“Kita sudah sepakat untuk kasus Jombang yang melakukan adalah Kejati Jatim,” tegasnya.

Tidak lagi ditanganinya kasus yang merugikan keuangan negara Rp 19 miliar tersebut oleh Polda Jatim dikatakan Agus, karena hasil penyelidikan telah dinyatakan lengkap dan sudah dipersidangkan. “Kita kan P21, untuk mengawali lidik ya kejaksaan yang melakukan,” tandasnya.

Segera Panggil Sejumlah Pejabat Jombang

Kejati Siap Bongkar Kasus KUR Fiktif Bank Jatim Cabang Jombang Jilid II

Aspidsus Kejati Jatim Didik Farkhan Alisjandi

Sementara itu, Aspidsus Kejati Jatim Didik Farkhan Alisjandi membenarkan bahwa penyelidikan kasus KUR fiktif Bank Jatim Kancab Jombang jilid II akan ditangani pihaknya. Lantaran dalam petikan hasil sidang yang diketuai Majelis Hakim Jalili Sahrin, menyebutkan adanya beberapa nama yang patut dicurigai menerima aliran dana tersebut.

“Kemarin kita kulo nuwun (permisi) ke Polda, apakah Polda nangani nggak yang (dikembangkan) ke pihak lain itu setelah putusan sidang, ternyata sepakat ditangani Kejati Jatim,” kata Didik saat ditemui di ruangannya, Jumat (31/8/2018).

Atas kesepakatan itu, penyelidikan kasus yang telah menyeret 12 terpidana yang rata-rata berasal dari para pegawai Bank Jatim Kancab Jombang tersebut otomatis sepenuhnya dilakukan oleh Kejati Jatim. “Baru kemarin kesepakatannya, jadi ini baru mulai,” lanjut Didik.

Ditanya apakah akan dilakukan pemanggilan terhadap beberapa oknum pejabat Jombang yang ditengara turut menerima aliran dana hasil korupsi, sepertihalnya yang disampaikan majelis hakim dalam persidangan Didik pun mengamini hal itu. Dengan tegas ia mengatakan kemungkinan itu akan dilakukan. “Pasti akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” tegasnya.

Sayangnya, mantan Kajari Surabaya ini menolak menyebutkan, siapa saja identitas pejabat yang akan dipanggil pihaknya untuk dimintai keterangan. Didik hanya meminta dukungan agar penyelidikan kasus tersebut berjalan lancar.

Untuk diketahui, kasus KUR Bank Jatim Kantor Cabang Jombang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 19 miliar dan kasus ini menyeret 12 terpidana. Mereka dijebloskan ke dalam sel tahanan oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, di Sidoarjo.

Tiga orang diantaranya, Pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang, Bambang Waluyo. Bambang dijatuhi hukuman 12 tahun. Sedangkan dua orang penyelia kredit Heru Cahyo Setiyono dan Dedi Nugrahadi divonis 4 tahun penjara.

Sementara sembilan orang lainnya yang juga pegawai Bank Jatim Cabang Jombang yakni Fitriyah Mayasari, Hapsari, Ginanjar Triono, Wiwik Sukesi, Hafied Wijayana, Suci Rahayu, Wahyuni Yudiarini, Hasan Sadzili dan Fitri Juni Astuti, dikenakan hukuman 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan pasca keluarnya putusan kasasi, Mahkamah Agung (MA).

Nama-nama sejumlah pejabat pun muncul dalam sidang yang digelar beberapa waktu lalu, dua diantaranya merupakan mantan anggota DPRD Jombang. Dalam petikan putusan sidang yang diketuai Ketua Majelis Hakim Jalili Sahrin, menyebutkan ada dua orang pejabat yang patut diduga turut menikmati pencairan dana kredit fiktif itu.

Dua nama tersebut berinisial Sw dan Wu. Keduanya merupakan mantan anggota DPRD Jombang periode 2009-2014. Memang, dalam persidangan sebelumnya, dua nama yang muncul dalam petikan putusan itu turut serta dihadirkan ke persidangan sebagai saksi untuk tersangka Kepala Bank Jatim Cabang Jombang, Bambang Waluyo.

Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum dan majelis hakim sempat dibuat jengkel dengan keterangan yang disampaikan Sw dan Wu. Lantaran dua orang mantan anggota dewan memberikan jawaban yang berbelit-belit. Ketua majelis hakim Jalili meminta agar polisi menyidik dan menyita aset mereka.

Sehingga tak heran jika pasca vonis, Majelis hakim meminta agar ada tindak lanjut dalam kasus itu. Yakni dengan memeriksa sejumlah oknum pejabat di Kabupaten Jombang yang diduga menerima aliran dana tersebut. Termasuk beberapa oknum mantan anggota DPRD Jombang.

 

Editor
Z Arivin