Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Surat Ijin ‘Ngendon’ di Bupati Jember, Pelebaran Jalan Bandara Mangkrak

Ekonomi     Dibaca : 152 kali Jurnalis:
Surat Ijin ‘Ngendon’ di Bupati Jember, Pelebaran Jalan Bandara Mangkrak
FaktualNews.co/Hatta
Meski segala sesuatu untuk proses pengerjaan pelebaran jalan menuju Bandar jember telah disiapkan, namun hingga kini proyek tidak bisa dilakukan lantaran terkendala belum turunnya surat ijin dari Bupati Jember, jumat (31/8/2018)

JEMBER, FaktualNews.co – Proses pengerjaan pelebaran jalan menuju Bandara Notohadinegoro, Jember terkendala. Hal ini menyusul penghentian pengerjaan proyek oleh Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) XII lantaran belum diterimanya surat dari Bupati Faida tentang proses pelebaran jalan.

“Kami dari Kebun Mumbulsari belum dapat izin dari Surabaya, dari Direksi dan pimpinan. Permintaan Direksi minta surat dari Bupati namun sampai saat ini belum kami terima,” kata Manajer Kebun Mumbulsari PTPN XII Kis Hartono, Jumat (31/8/2018).

Surat beserta masterplan pengembangan Bandara Notohadinegoro itu, lanjut Kis, akan menjadi dasar laporan ke Dewan Komisaris PTPN XII dan para pemegang saham. Permintaan surat dan masterplan juga mengacu pada hasil pertemuan antara pihak Angkasa Pura yang akan mengelola bandara, Pemkab Jember selaku pemangku wilayah, dan PTPTN XII selaku pemilik lahan.

“Mintanya PTPN XII hanya masterplan. Kalau jalan itu masuk masterplan, Insya Allah boleh, langsung (jalan boleh dilebarkan). Karena apa, dari direksi akan langsung berkirim surat ke Dewan Komisaris dan pemegang saham. Kalau hanya lisan, nggak ada surat, Direksi nggak punya pegangan. Apa pegangannya?” terang Kis.

Kis mengakui memang sudah ada kesepakatan antara AP II, Pemkab Jember, dan PTPN XII tentang pengembangan Bandara Notohadinegoro Jember. Namun kesepakatan tersebut belum dituangkan dalam nota kesepahaman atau MoU. “Memang ada kesepakatan, belum perjanjian atau MoU. Nanti dari kesepakatan itu membentuk perjanjian atau MoU. Ada tiga pihak, AP II, Pemda dan PTPN,” ungkapnya.

Pihaknya, tambah Kis, sudah proaktif agar bupati berkirim surat sebelum pelebaran jalan dilakukan. Bahkan dia berkali-kali berusaha menemui langsung Bupati Faida. Namun hal itu belum membuahkan hasil. Menurut Kis, jalan yang hendak dilebarkan tersebut, berada di luar kawasan bandara yang selama ini memang sudah memiliki surat perjanjian dengan pemkab Jember. Jalan sepanjang hampir 2 Km dengan lebar 3,5 km itu, saat ini masih masuk HGU PTPN XII.

“Makanya kita butuh masterplannya. Apakah jalan itu memang masuk masterplan. Apalagi perkembangan terakhir, Bandara akan dikembangkan ke Barat, sementara jalan yang dilebarkan ada di Timur, nah ini nantinya terus bagaimana? Kan butuh kejelasan,” tandasnya.

Kondisi terkini, jalan menuju bandara yang melewati lahan PTPN XII selama ini memiliki lebar 3,5 meter akan dilebarkan menjadi 7 meter. Pihak kontraktor pemenang tender pun, telah menurunkan alat berat ‘backhoe’ di sisi jalan yang hendak dilebarkan. Namun aktifitas pelebaran jalan belum bisa dilakukan.

Bupati Jember dr.Faida sendiri belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. Berkali-kali telepon selulernya dihubungi tidak aktif. Demikian juga dengan Sekretaris Kabupaten Jember Ir. Mirfano, juga belum berhasil dihubungi. Panggilan ke nomor ponselnya juga tidak diangkat.

Editor
Adi Susanto