Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Keindahan Gua Gong Pacitan, Terdapat Mata Air yang Tak Pernah Kering

Wisata     Dibaca : 213 kali Jurnalis:
Keindahan Gua Gong Pacitan, Terdapat Mata Air yang Tak Pernah Kering
FaktualNews.co/Internet/
Gua Gong Pacitan Jawa Timur.

PACITAN, FaktualNews.co – Pacitan dikenal dengan Kota Berjuta Gua. Ini karena banyak ditemukan gua-gua dengan kontur dan karakter yang istimewa. Sejumlah gua yang terkenal di Pacitan diantaranya, gua Gong, gua Tabuhan, gua Song Terus, gua Kalak dan masih banyak lagi.

Salah satu yang paling indah di Asia Tenggara adalah Gua Gong. Gua Gong menyajikan pemandangan stalaktit dan stalakmit yang begitu menakjubkan. Stalaktit dan stalakmit yang dimiliki Gua Gong telah berusia ratusan tahun.

Satalaktit dan stalakmit yang ada di gua ini rata-rata tiap tahunnya tumbuh sepanjang 0,1 hingga 0,13 mm. Karena itu, sangat penting bagi pengunjung untuk tidak menyentuh stalakmit dan stalaktit untuk menjaga pertumbuhannya.

Gua Gong memiliki kedalaman mencapai 256 meter. Dibutuhkan waktu 2 jam untuk menelesuri keseluruhan areanya. Gua ini berada di kawasan Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, berada diantara gunung-gunung berapi non-aktif di Jawa Timur. Seperti Gunung Manyar di sisi utara, Gunung Gede di sisi timur, Gunung Karang Pulut di sisi selatan, dan juga Gunung Grugah di sisi barat.

Melansir laman Pesona.Travel, nama gua Gong diambil dari suara tetesan air yang berasal dari dalam gua, yang mengenai stalaktit dan stalakmit sehingga menimbulkan bunyi yang terdengar harmonis dan indah.

Keistimewaan gua Gong adalah bangun ruangannya yang berupa kubah raksasa sepanjang sekitar 100 m, lebar 15-40 m, dan tinggi antara 20-30 m. Mulut gua berupa lorong pendek penuh dengan stalaktit dan stalakmit menghubungkan dengan ruangan goa berkubah tersebut.

Banyak terdapat stalakmit yang permukaannya berlapis flowstone, sehingga terlihat seperti bertumpuk-tumpuk membentuk ornamen-ornamen. Setiap kumpulan ornamen ini diberi nama lokal yang menarik seperti Selo (batu) Jengger Bumi, Selo Paku Buwono, Selo Bantaran Angin, Selo Gerbang, Selo Citro Cipto Agung, Selo Adi Citro Buwono dsb.

Untuk menikmati keindahan di dalam gua Gong pengunjung tak perlu khawatir. Di dalam gua telah dipasang sejumlah lampu warna-warni yang semakin menambah keindahan goa.

Konon gua Gong dianggap angker, karena sering terdengar suara mirip suara gong dari dalam gua. Berdasarkan cerita temurun seperti termaktub di salah satu dinding gua, gua ini pertama kali ditemukan oleh dua sesepuh Desa Bomo, yakni Mbah Noyo Soemito dan Mbah Joyo Rejo.

Keduanya menemukan gua Gong secara tak sengaja saat Pacitan dilanda kekeringan pada 1924. Di dalam gua, keduanya mendapati empat mata air yang tak pernah kering hingga kini.

Sepeninggal Mbah Noyo, gua Gong tidak pernah lagi didatangi penduduk. Hingga kemudian pada Maret 1995, masyarakat setempat mencari kembali keberadaan gua ini dan berniat membukanya untuk umum.

Gua Gong pertama kali dieksplorasi pada 1995 oleh Wakino dan kawan-kawan, yang merupakan penduduk asli setempat. Kemudian pada 1996 direnovasi oleh Pemda Pacitan dengan dibangunnya prasarana seperti undak-undakan (tangga), pagar pengaman, penerangan listrik dan kipas-kipas penyejuk goa agar pengunjung nyaman dan dimudahkan menjelajah di dalam perut goa.

Empat Sendang

Di dalam gua Gong, selain stalaktit dan stalakmit yang memesona, saat menyusuri dalam goa akan menemukan tujuh ruangan dan empat sendang, yaitu kolam pemandian atau sungai mata air yang tersembunyi. Sementara keindahan alami gua dapat dinikmati dengan menyusuri jalan setapak, berpagar besi sepanjang kurang lebih 300 hingga 500 meter.

Tiap ruang dalam gua ini memiliki luas yang berbeda yang menawarkan beragam keindahan. Ruang seolah disekat dengan pintu kecil penghubung antar-ruang. Untuk menyusurinya, pengunjung harus meniti tangga menurun, yang sengaja disediakan untuk kepentingan dan keamanan para wisatawan.

Lampu sorot warna-warni yang dipasang memberikan efek khusus pada stalaktit dan stalakmit yang berwarna dasar kuning gading atau coklat kekuningan. Itu membuat keindahan dalam gua kian elok.

Editor
Saiful Arief
Sumber
pesona.travel