Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Diikuti Ribuan Peserta, JJS Egrang di Sumenep Peroleh Penghargaan Lembaga Prestasi Dunia

Advertorial     Dibaca : 83 kali Jurnalis:
Diikuti Ribuan Peserta, JJS Egrang di Sumenep Peroleh Penghargaan Lembaga Prestasi Dunia
FaktualNews.co/Supanjie/
Jalan Jalan Santai (JJS) menggunakan Egrang di Sumenep yang diikuti ribuan peserta.

SUMENEP, FaktualNews.co-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kali ini mengemas Jalan Jalan Santai (JJS) menggunakan Egrang di arena Car Free Day (CFD). Yakni di Jl Trunojoyo dan sekitar Taman Bunga dan depan Museum Keraton Sumenep.

Pantauan di lapangan, JJS Egrang yang berlangsung pada Minggu (2/9/2018) itu diikuti sedikitnya 2.000 peserta dengan kostum unik. Hal ini pun membuat Lembaga Prestasi Dunia (LEPRID) mencatat sebagai prestasi luar biasa Pemkab Sumenep dan membubuhkan catatan pemain egrang terbanyak secara nasional dan dunia.

Penghargaan diserahkan langsung Ketua umum dan Pendiri LEPRID, Paulus Pangka kepada Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mengatakan, JJS menggunakan egrang atau Tenjhek (Madura), merupakan bagian dari event Program Visit Sumenep 2018. Semula peserta kegiatan ini sedikitnya sebanyak 5.000 peserta, namun hanya diikuti oleh 2.000 peserta dari berbagai unsur. Diantaranya dari siswa SD, SMP, SMA, dinas dan instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Selain acara JJS ini diikuti oleh ribuan peserta dengan menggunakan Egrang, juga mereka menggunakan pakaian unik. Dari pakaian ala pakaian Keraton Sumenep, baju pejuang hingga pakaian adat. Uniknya disini dan nampak beragamnya peserta JJS egrang ini,” kata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim sebelum melepas peserta.

Dikatakan, egrang bagian dari budaya orang Madura, utamanya Sumenep. Masyarakat Sumenep menyebut egrang ini dengan ‘tenjhak’.

Egrang terbuat dari bambu dan dibuatkan pijakan kaki, dan dijadikan pijakan untuk kemudian dibuat jalan yang bertumpu pada kedua buah bambu.

“Dulu, mainan ini banyak kita jumpai di desa-desa. Namun sekarang sudah hampir punah, sehingga sangat perlu dilestarikan lagi. Karena itu, kemudian mainan egrang ini justru dapat justru juga alat untuk berolah raga,” jelas Busyro.

Sementara Ketua umum dan Pendiri LEPRID, Paulus Pangka menyebutkan gelar JJS menggunakan egrang berkostum unik yang laksanakan oleh Pemkab Sumenep dengan peserta sebanyak 2.000 orang itu merupakan yang terbanyak di Indonesia dan baru tercatat di Kabupaten Sumenep.

“Maka dari itu, pantas LEPRID memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi Pemkab Sumenep. Dan berharap berikutnya, Sumenep terus membuat prestasi luar biasa pada even-even berikutnya,” ujar Paulus Pangka yang disambut tepuk tangan peserta Car Free Day dengan egrang. (*)

Editor
Nurul Yaqin