Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kendalikan Hama Wereng dengan Metode Refugia

Ekonomi     Dibaca : 168 kali Jurnalis:
Kendalikan Hama Wereng dengan Metode Refugia
FaktualNews.co/Internet/
Pengendalian hama wereng dengan metode refugia.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Hama wereng hingga saat ini masih menjadi momok atau musuh bebuyutan para petani di Indonesia, karena bisa menyebabkan gagal panen.

Hama wereng terus menjadi ancaman nyata untuk para petani di Indonesia, berbagai langkah dilakukan guna mengendalikan serta memberantas hama wereng. Mulai dari menyemprotkan obat-obatan, namun nyatanya masih belum efektif. Hama wereng biasanya menyerang bagian bawah batang padi ini, sering menyerang menjelang panen.

Nah, Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung mulai mengembangkan metode refugia atau menanam bunga di sekitar tanaman padi, untuk mengendalikan serangan hama wereng.

“Refugia merupakan salah satu metode mengendalikan hama wereng secara alami, selain itu juga bisa menjaga keseimbangan lingkungan,” kata Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Tulungagung, Gatot Rahayu, kepada awak media, Selasa (4/9/2018).

Menurutnya, refugia merupakan tanaman yang berfungsi sebagai micro habitat bagi serangga musuh alami dan penarik hama tanaman. Tanaman yang termasuk refugia memiliki bunga. Misalnya jengger ayam, tapak dara, bunga matahari, kenikir, dan bunga kertas.

Bunga pada tanaman refugia, menghasilkan nectar atau madu. Bau nectar itu menarik serangga, musuh alami maupun serangga hama tanaman. Serangga akan memakan hama pada saat berkompetisi mendapatkan nectar.

Tanaman ini menarik serangga predator seperti tawon dan capung untuk berada di sekitar sawah dan memangsa hama wereng.

Penggunaan metode ini cukup sederhana, petani disarankan menanam beberapa jenis tumbuhan yang mempunyai warna bunga cerah di pematang sawah, atau di pinggir jalan.

Mereka juga bisa menanam di sela sela tanaman padi yang tumbuh. Dengan metode ini diyakini hama wereng akan musnah hingga 90 persen.

Editor
Saiful Arief