FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Terkait Bandara, Ketua Komisi C DPRD Jember ‘Jengkel’ Tumpahkan Kopi Saat Hearing

Parlemen     Dibaca : 73 kali Jurnalis:
Terkait Bandara, Ketua Komisi C DPRD Jember ‘Jengkel’ Tumpahkan Kopi Saat Hearing
FaktualNews.co/Hatta/
Ketua Komisi C DPRD Jember, Siswono sampai melakukan aksi menumpahkan secangkir kopi di palu sidangnya.

JEMBER, FaktualNews.co – Ketua Komisi C DPRD Jember, Siswono sampai melakukan aksi menumpahkan secangkir kopi di palu sidangnya. Demikian ini sebagai simbol kekecewaan karena Pemkab Jember, tidak hadir dalam rapat dengar pendapat (hearing) membahas rencana pengembangan Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Selasa sore (4/9/2018).

Diketahui dalam rapat tersebut, hanya dihadiri perwakilan PTPN XII. Sementara itu sejumlah undangan lainnya yang tidak hadir, adalah Angkasa Pura II, TP4D Kejaksaan dan sejumlah organisasi perangkat daerah Pemkab Jember.Selain itu, tidak hadir pula Sekda, Asisten 1 Pemerintahan, Dinas Perhubungan, Bagian hukum. Tentu saja, kehadiran ini membuat DPRD Jember kecewa.

Hearing itupun sampai ditunda setengah jam, untuk menunggu perwakilan dari Pemkab Jember, yang pada akhirnya tidak menampakkan batang hidungnya.

“Padahal, sudah sekitar 30 menit dari jadwal pertemuan membahas tentang masalah Bandara Notohadinegoro Jember yang dijadwalkan pukul 13.30 WIB. Ini kita tunggu 10 menit lagi, jika tetap tidak ada ya sudah ditunda lagi lain waktu,” jelas Siswono dihadapan dua anggota Komisi C DPRD Jember dan perwakilan dari PTPN XII, saat rapat.

Namun ternyata, lewat 10 menit tetap tidak ada yang hadir. Siswono pun membuka rapat dan langsung menutupnya. Karena yang dibela yakni Pemkab Jember tidak ada yang hadir.

“Kami ini niatnya baik biar segera ada keputusan. Namun ini dari perwakilan Pemkab Jember tidak ada yang hadir. Ini saja saya tumpahkan (secangkir minuman kopi), sebagai bentuk kekecewaan,” tandasnya.

Legislator dari Gerindra ini mengatakan, dengan ketidakhadiran ini, maka pihaknya menilai jika Pemkab Jember menutup ruang komunikasi. Padahal, masalah itu bisa segera tuntas jika memang ada pertemuan teknis antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah lahan Bandara Notohadinegoro ini.

“Dewan sebagai lembaga yang mempresentasikan rakyat ini berupaya maksimal untuk bisa menyelesaikan masalah di masyarakat, termasuk bandara ini,” tegasnya.

Terkait persoalan pengembangan bandara ini, sampai saat ini masih ada kendala, karena itu pihaknya berharap bisa duduk bersama agar persoalan bisa terselesaikan dengan baik. “Namun, nyatanya Pemkab Jember berani berstatment di media, tetapi malah tidak hadir saat dipertemukan dengan PTPN XII,” tukasnya.

Editor
Nurul Yaqin
Tags