Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Facebook Bangun Pusat Data di Singapura

Internasional     Dibaca : 100 kali Jurnalis:
Facebook Bangun Pusat Data di Singapura
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Pusat data Facebook

SURABAYA, FaktualNews.co – Facebook mengumumkan akan membangun pusat data di Singapura. Tak tanggung-tanggung, pembangunan pusat data ini pun bakal menghabiskan USD1,02 miliar atau Rp15,09 triliun (kurs Rp14.800 per USD).

Pusat tersebut akan berlokasi di Tanjong Kling, yang sebelumnya terkenal dengan Data Centre Park. Facebook mengatakan pusat data tersebut akan mendukung ratusan pekerjaan dan menjadi bagian dari pertumbuhan di Singapura dan di seluruh Asia.

Dilansir dari Business Insider, awal bulan lalu, Google mengumumkan bahwa mereka akan membangun pusat data ketiga di Singapura. Kini Facebook mengikuti jejaknya dengan mengumumkan akan membangun pusat data yang pertama di Asia dan ke-15 di dunia.

“Kami senang berada di sini hari ini untuk mengumumkan bahwa pusat data terbaru Facebook akan berlokasi di sini di Singapura. Singapura juga telah menetapkan kebijakan yang telah membantu mengembangkan lingkungan yang ramah bisnis. Dan hasilnya jelas – ini telah menjadi pusat teknologi dan bisnis terkemuka di Asia,” ujar Wakil Presiden Pusat Data Infrastruktur Facebook Thomas Furlong.

Ketika memilih lokasi untuk membangun pusat data pertama di Asia, Facebook memiliki sekitar 50 kriteria lokasi yang berbeda, dan Singapura yang paling banyak di pilih. Singapura dipilih karena infrastrukturnya yang kuat, tenaga kerja lokal yang berbakat dan lingkungannya yang ramah bisnis. Pusat data yang sangat canggih tersebut akan digunakan untuk membantu aplikasi dan layanan Facebook untuk dibawa ke wilayah tersebut.

Ketika bangunan itu selesai, bangunan itu akan memiliki 11 lantai dan juga fitur fasad (bangunan depan) yang terbuat dari bahan ringan berlubang, memungkinkan aliran udara dan memberikan sekilas peralatan mekanis di dalamnya.

Pusat baru ini akan menjadi yang pertama menggabungkan sistem StatePoint Liquid Cooling yang baru, teknologi yang meminimalkan konsumsi air dan listrik, yang akan mengurangi hingga 20% jumlah air yang digunakan dalam iklim seperti di Singapura. Gedung ini akan mulai beroperasi pada tahun 2022, setelah pembangunan akan berlanjut selama beberapa tahun sebelum selesai.

Editor
Z Arivin
Tags