FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Nikmatnya Ikan Medai Kresek Manis Khas Pasuruan, Bergizi dan Berkhasiat

Kuliner     Dibaca : 104 kali Jurnalis:
Nikmatnya Ikan Medai Kresek Manis Khas Pasuruan, Bergizi dan Berkhasiat
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Ikan Medai Kresek rasanya manis saat dibungkus seusai dijemur.

PASURUAN, FaktualNews.co – Pemuda dan pemudi terlihat sedang sibuk mengambil jemuran ikan medai. Ikan laut itu dijemur di halaman belakang rumah Khotibul Umam di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (8/9/2018) siang. Ikan ini sudah saatnya diangkat dari jemuran setelah dijemur selama tiga jam.

Remaja-remaja ini adalah sebagian dari 23 mahasiswa atau mahasiswi Kelompok 02 Universitas Yudharta Pasuruan yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kemaritiman (KKNT) di ini. Mereka melakukan KKNT sudah sejak sejak 01 Agustus dan akan berakhir pada 31 Agustus 2018 lalu.

Mereka menyadari keberadaan ikan medai di desa ini melimpah. Maka dari itu, ketiganya berinovasi dan membuat Ikan Kresek Manis. Ikan ini berbahan dasar ikan medai. Setelah itu, mereka kemas dan mereka pasarkan. Keberadaan ikan kresek manis ini menjadi alternatif bagi pecinta ikan kresek untuk menikmati ikan medai.

Kepada FaktualNews.co, salah satu mahasiswa, Adi Suryawan mengaku ide itu muncul begitu saja secara otodidak juga. Ia hanya ingin menyajikan inovasi dalam pengolahan ikan medai. Masyarakat di sini, ikan medai biasanya dikeringkan dan dijadikan ikan asin. Atau kalau tidak dijadikan sebagai ikan panggangan ataupun ikan bakar.

Di tangan para remaja dan teman-temannya, ikan ini disulap menjadi ikan yang memiliki daya jual tinggi. Bagaimana tidak, ikan medai yang per kilogramnya dijual dengan harga Rp 30.000, disulap menjadi harga Rp 15.000 perbungkusnya, tapi dengan inovasi ikan medai menjadi ikan kresek manis.

“Ingin memberikan alternatif bagaimana cara mengolah ikan laut ini rasanya bisa beda dengan rasa yang biasanya. Jadi, orang tidak hanya mengenal ikan medai untuk ikan asin atau ikan panggangan, tapi juga ikan kresek manis. Rasanya juga tidak kalah nikmat. Tetap enak dan cocok untuk menjadi teman nasi putih hangat serta sambal,” paparnya.

Ia pun menyampaikan, kandungan gizi di dalam ikan medai pun sangat banyak. Bahkan, ia pun menyarankan untuk makan ikan medai ini sebanyak mungkin. Ini jenis ikan laut yang memiliki banyak vitamin dan gizi.”Kalau dikelola menunya bisa lain dari pada masakan yang biasa disajikan masyarakat pada umumnya,” pungkas mahasiswa semester VII ini

Laelatul Mukaromah menambahkan, untuk prosesnya sangat mudah. Kata dia, pertama kali ikan ini dicuci bersih. Selanjutnya dibersihkan sisik di tubuh ikannya, dan langsung dibelah. Namun harus dilakukan secara hati – hati. “Dibelah menjadi dua dan dihilangkan durinya. Selain itu, kotoran yang ada di dalam tubuh ikan medai juga dibersihakan terlebih dulu,” tambahnya.

Setelah itu, lanjut dia, ikan direndam dalam air yang sudah dicampur dengan jeruk. Tujuannya agar ikan tidak amis. Proses selanjutnya, ikan diolesi dengan bumbu yang sudah disiapkan. Bumbu itu terdiri dari rempah – rempah, diantaranya bawang putih, garam, gula, jinten, ketumbar, cabai merah, dan asem.

“Bumbunya diulek menjadi satu. Kalau bisa diulek pakai tangan, jangan dimasukkan ke blender. Kenapa, karena rasanya beda dan tingkat kelembutan bumbunya berbeda. Jadi, harus diulek menggunakan tangan. Ikan harus benar – benar diolesi bumbu dari sisi luar ataupun dalamnya. Harus rata , agar bumbunya meresap,” tandas dia.

Ditambahkannya, setelah rata bumbu, ikan dijemur di bawah sinar matahari dan diangin – anginkan. Tidak boleh lebih dari 3 jam ikan dijemur. Karena, jika terlalu kering akhirnya tidak jadi ikan kresek manis, tapi jadi ikan asin. Maka dari itu, penjemuran harus tetap dijaga, maksimal 3 jam,” ungkapnya.

Setelah 3 jam, kata dia, ikan harus diangkat. Didiamkan sebentar dan langsung dimasukkan dalam kemasan. Masing – masing kemasan diisi empat ekor ikan kresek atau ikan medai ini. Selanjutnya dipres dan siap dipasarkan. Inovasi usaha ini memang tergolong masih baru dan masih dirintis. Namun, ia mengaku masih perlu pengembangan.

Ia mengaku akan mengembangkan bisnis dan usaha ikan kresek manis ini kedepan, bersama rekan-rekannya. “Ada yang mengembangkan usaha ini. Saya jual Rp 15.000 per bungkus ternyata laris, banyak yang minat dan penasaran, akhirnya membeli. Jadi paket Rp 15.000 itu ikan sudah bisa langsung dinikmati, beli di kami,” pungkasnya.

Editor
Z Arivin