Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Keren! Siswa MI Perwanida Blitar Sabet Emas Olimpiade Matematika Hong Kong

Pendidikan     Dibaca : 172 kali Jurnalis:
Keren! Siswa MI Perwanida Blitar Sabet Emas Olimpiade Matematika Hong Kong
FaktualNews.co/Dwi Hari/
Zulfar, pelajar MI di Blitar meraih emas di ajang olimpiade Hong Kong

BLITAR, FaktualNews.co – Membanggakan, kata itu pantas disematkan untuk pelajar kelas 3 Mandrasah Ibtidaiyah (MI) Perwanida Kota Blitar, Jawa Timur ini. Bagaimana tidak, ia mampu menyabet medali emas di ajang Hong Kong International Mathematic Olympiade (HKIMO).

Adalah Zufar Hanasta Ilmi. Bocah berusia 9 tahun ini, berhasil menyisihkan ratusan peserta olimpiade matematika tingkat Asia yang diselenggarakan 31 Agustus sampai 2 September 2018 lalu.

Putra kedua dari pasangan M Ibnu Mukti dan Dwi Harsusi Susilowati ini, ternyata telah mempunyai banyak prestasi serupa sejak kelas 1 MI. Baik yang berskala nasional maupun internasional.

Seperti Kompetisi Mathematic Nalaria Realistik (KMNR) Tingkat Nasional tahun 2017 meraih medali emas. KMNR tahun 2018 juga meraih emas. Dan meraih emas juga dalamHidayatull Mathematic and Science Olimpiad (HIMSO) tahun 2018.

Ditemui di sekolahnya pagi ini, bagi Zulfar, mengerjakan soal matematika tak ubahnya seperti bermain bola. “Saya suka sama matematika. Gak susah kok ngerjainnya. Malah seneng pengen cepet selesai. Kalau selesai itu seperti main bola terus bisa memasukkan gol,” ucapnya dengan lancar, Senin (10/9/2018).

Zulfar menabahkan, tak pernah merasa jemu dengan angka-angka yang setiap hari harus dihadapinya. Ia justru ingin diberikan soal setiap hari. Zulfar mengaku, ia tak pernah belajar saat hendak mengikuti olimpiade.

“Kalau mau lomba malah gak belajar, cuma main ngerjain soal. Nanti kalau saya duluan selesai ngerjain soal, saya pasti minta soal yang baru lagi,” imbuhnya.

Soal hitungan yang rumit, bagi Zufar memang hanya permainan saja. Orang tuanya yang menyadari kelebihan kemampuan anaknya ini, lalu memasukkan dalam lembaga bimbingan belajar khusus berhitung. Jadwal padat dilakukan Zufar sejak kelas 1 MI

“Pulang sekolah jam 3 sore. Langsung les matematika sampai jam 5 sore. Itu dari Senin sampai Kamis. Sampai rumah mandi, makan, terus tidur sampai pagi. Saya suka dan gak capek kok,” ucapnya sambil tersenyum.

Prestasi yang didulang siswa didiknya ini kuncinya hanya komunikasi. “Kunci utamanya, komunikasi. Antara pihak sekolah, anak dan orang tua. Jangan ada keinginan dari satu pihak saja. Jangan sampai orang tua memaksakan kehendaknya pada anak. Seperti Zufar ini. Kami sampaikan potensinya yang terlihat sejak kelas 1. Lalu orang tua memfasilitasi, sekolah sebagai media. Karena jer basuki mowo beyo,” pungkas Ratna guru Zulfar.(Dwi Hariyadi)

Editor
Z Arivin