FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Bukan Korban Perang Bondet, Pemuda yang Tewas di Pasuruan Pelaku Begal

Peristiwa     Dibaca : 128 kali Jurnalis:
Bukan Korban Perang Bondet, Pemuda yang Tewas di Pasuruan Pelaku Begal
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Korban yang berhasil dievakuasi warga setelah berperang dengan menggunakan bondet

PASURUAN, FaktualNews.co – Pasca terjadinya insiden ditemukannya korban ledakan bondet (bom ikan) di jalanan Dusun Sumbertelor, Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, polisi akhirnya melakukan pengembangan. Bahkan diketahui bahwa korban dikenali sebagai seorang begal yang selama ini dicari polisi.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso membenarkan kejadian perang bondet yang menewaskan Abdul Hadi. Korban disebut sebagai orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Pasuruan dalam aksi pencurian dengan kekerasan (curas). Bahkan dikenal raja tega terhadap warga atau pengendara motor yang jadi korbannya.

Pihaknya tak tinggal diam dan akan mendalami peristiwa yang tak diketahui penyebabnya tersebut. “Dari data, korban merupakan pelaku kasus curas di beberapa TKP di wilayah hukum Polres Pasuruan, mulai dari Kecamatan Winongan dan Pasrepan hingga ke kecamatan lainnya,” kata Budi Santoso, pada wartawan, Rabu (12/9/2018).

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Sumbertelor, Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dihebohkan dengan ditemukannya seorang pria yang terkapar. Bahkan di tubuhnya terdapat banyak luka, seperti terkena serpihan benda tajam akibat ledakan.

Korban diketahui bernama Abdul Hadi (27), ditemukan sejumlah warga tergelatak, Selasa (11/9/2018) malam. Korban ini meregang nyawa seusai terkena ledakan sebanyak 4 kali di lokasi kejadian yang tak jauh dari rumahnya.

Warga menyebutkan, dari bunyi ledakan yang terjadi dan banyak didengar oleh warga sekitar seperti telah terjadi perang (bom ikan). Kedua kubu saling berhadapan dan melempar benda yang mudah meledak tersebut. Beberapa warga tak berani mendekat ke lokasi kejadian, karena kuatir akan keselamatannya.

Editor
Z Arivin