FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

MotoGP, Ducati Terdepan dalam Hal Pengembangan Motor

MotoGP     Dibaca : 61 kali Jurnalis:
MotoGP, Ducati Terdepan dalam Hal Pengembangan Motor
Crash.net
Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso menjadi pembalap tercepat pada FP1 MotoGP Austria, Jumat (10/8/2018).

FaktualNews.co – Pengalaman dua tahun terakhir mengarah pada kesimpulan, Ducati menjadi yang paling pintar dalam hal mengembangkan motor selama musim MotoGP.

Kemenangan Andrea Dovizioso di Misano, Minggu (9/9/2018), memiliki kekuatan simbolis luar biasa karena berbagai alasan. Pertama dan terutama, trek tersebut adalah salah satu yang paling sulit bagi pembalap Ducati era sekarang.

Podium tertinggi di MotoGP San Marino juga ketiga beruntun bagi Ducati kali terakhir berjaya pada 2008. Jika kita menambah kemenangan Dovizioso dengan torehan Lorenzo, maka jumlahnya menyamai Honda, telah mengoleksi lima lewat Marc Marquez dan satu dari Cal Crutchlow.

Jika jumlah kemenangan tersebut tak tercermin dalam klasemen sementara, itu karena konsistensi Marquez, di mana pembalap Spanyol ini telah berhasil mengendalikan dirinya ketika ada risiko tinggi untuk terjatuh.

Seperti yang diakuinya usai balapan, unggul 67 poin, memungkinkan The Baby Alien menghadapi bagian akhir musim dengan kepercayaan diri merengkuh gelar juara dan itu karena rivalnya yang terlambat menantang. “Ducati terlambat bangun. Kami menduga mereka terlambat,” kata Marquez, dilansir dari Motorsport.com, Jumat (14/9/2018).

Kata-kata Marquez divalidasi oleh apa yang terjadi tahun lalu, Ducati terbukti meningkat dalam mengembangkan motor ketika musim sudah berjalan. Tidak ada bukti yang lebih baik dari apa yang terjadi tahun lalu dengan Dovizioso.

Pembalap Italia itu hampir ‘membakar’ motornya sendiri, karena memiliki banyak keterbatasan di Austin.

Pada 2017 pula, DesmoDovi harus menunggu hingga Mugello untuk meraih kemenangan pertama. Sejak saat itu, ia mulai merasa lebih baik saat mengendarai Ducati. Sebelum MotoGP Italia, Dovizioso menorehkan 54 poin, lebih banyak delapan poin dari tahun ini di titik yang sama musim ini.

Periode yang sukses setelah itu dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada 2018, meskipun kali ini peningkatannya juga telah menguntungkan Lorenzo.

Mungkin sudah terlambat bagi siapa pun untuk mengambil mahkota dari Marquez kali ini, tetapi kasus Lorenzo bahkan lebih serius karena ia mungkin akan meninggalkan tim pada momen terbaiknya, pada level maksimumnya.

Tahun lalu di titik musim ini, Marquez dan Dovizioso telah mencetak jumlah poin sama (199) dan keduanya di puncak klasemen, situasi yang sangat berbeda sekarang.

“Ducati telah membuat kemajuan yang seharusnya kami lakukan, dan ini ditunjukkan di grid. Ini bukan masalah pembalap atau lintasan lagi,” ucap Valentino Rossi di Misano.

Filosofi Ducati terletak pada terus mencoba dan menerapkan elemen-elemen baru demi meningkatkan performa motor. Kita dapat melihatnya di Formula 1 dan itu adalah strategi yang terbukti membuahkan hasil.

Editor
Saiful Arief


daftar calon tetap jombang
daftar calon tetap KPU jember