FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

2,6 Juta Pelajar Hisap Ganja Menggunakan Rokok Elektrik

Internasional     Dibaca : 241 kali Jurnalis:
2,6 Juta Pelajar Hisap Ganja Menggunakan Rokok Elektrik
Ilustrasi rokok elektrik.

FaktualNews.co – Sekitar 2,6 juta pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Amerika Serikat, menghisap ganja dengan perangkat rokok elektronik atau vape.

Jumlah ini setara dengan 1 dari 11 pelajar SMP dan SMP di AS mengonsumsi ganja dalam rokok elektrik.

Data dari National Youth Tobacco Survey itu merinci sebanyak 12,4 persen siswa SMA dan 4,5 persen siswa SMP, atau setara dengan 8,9 persen pelajar di AS mengisap kanabis di rokok elektronik. Jumlah ini meningkat dari penelitian serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.

Laporan yang dipublikasiskan di jurnal JAMA Pediatrics ini mengumpulkan data dari 20 ribu pelajar yang mewakili hampir 29 juta siswa yang terdaftar di kelas enam hingga 12 di AS pada 2016 lalu.

Peneliti menilai penggunaan vape dan ganja ini merupakan masalah kesehatan masyarakat.

“Tingkat penggunaan ganja yang tinggi dalam rokok elektronik adalah masalah kesehatan masyarakat. Segala bentuk penggunaan produk tembakau tidak aman di kalangan kaum muda, terlepas dari apakah itu merokok, tanpa asap, atau elektronik,” kata salah seorang peneliti, Katrina Trivers, seperti dikutip dari CNN.

Trivers juga merupakan ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Ahli kesehatan menilai temuan ini menambah bukti tren vape dapat memengaruhi otak anak dan membuka peluang pada jenis obat-obatan lain.

“Anak-anak perlu disadarkan bahwa ini bukan hanya iseng yang tidak berbahaya,” kata Profesor Richard Miech dari University of Michigan.

Para ahli juga meminta agar orangtua lebih waspada pada anak yang merokok dari perangkat vape lantaran kandungannya yang tak bisa diketahui secara kasat mata.

“Sangat sulit untuk mengetahui apakah perangkat vaping mengandung nikotin cair atau ganja hanya dari melihat perangkatnya saja,” kata Meghan Morean dari Yale University School of Medicine.

Sementara itu, di Indonesia peredaran vape juga semakin marak. Namun, belum ada penelitian yang mengkaji jumlah pengguna vape di kalangan remaja dan pelajar.

Editor
Saiful Arief
Sumber
CNNIndonesia

YUK BACA

Loading...